Headline

5 Moge Harley Davidson Asal Bandung Tidak Miliki Surat Lengkap

Bukittinggi – Diduga ada 5 kendaraan Motor Gede (Moge) Harley Davidson tidak memiliki surat-surat yang lengkap dari rombongan Harley Davidson Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC).

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Satake Bayu Setianto saat konferensi pers di Aula Mapolres Bukittinggi, Sabtu, (07/11). Hadir dalam acara tersebut, Kapolres Bukittinggi, AKBP. Dody Prawiranegara, Kasat Reskrim, AKP. Amri Nasution dan Pasi Intel Kodim 0304/Agam, Lettu Inf. Amrizal.

Lanjut Satake Bayu, saat ini kendaraan masih dalam pemeriksaan intensif oleh Polres Bukittinggi yang bekerja sama dengan Ditlantas Polda Sumbar. Rencana Moge yang bermasalah ini akan dipindahkan ke Polda Sumbar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Temuan ini berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan dari laporan kasus nomor: 253/K/X/2020 di SPKT Polres Bukittinggi 30 Oktober 2020, yang sebelumnya telah ditetapkan sebanyak 5 orang tersangka dalam perkara tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang termaktub dalam pasal 170 ayat 2 (1e) jo 351 jo 56 KUHP. Modus operandi tersangka adalah tidak mau ditegur oleh dua orang korban, yakni Serda Yusuf dan Serda Mistari yang berasal dari Satuan Intel Kodim 0304/Agam saat berada dijalan raya.

Sementara itu, Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara menambahkan bahwa jumlah kendaraan rombongan HOG SBC sebanyak 24 motor, yang terdiri dari 21 jenis Harley-Davidson, 2 jenis Yamaha X Max dan 1 jenis KTM. Semua kendaraan yang ada hanya diamankan bukan menjadi alat bukti kecuali 5 kendaraan yang kami curigai yang tidak memiliki surat-surat lengkap.

Sementara untuk barang bukti yang terkait perkara pasal 170, tambah Dody, “Kami sita sebanyak 19 item, diantaranya ada helm, sepatu, jaket dan lain-lain seperti yang ada dihadapan rekan-rekan wartawan semua.”

Selain itu tambah Dody, atas kejadian ini, saksi yang telah diperiksa sebanyak 17 orang, diantaranya saksi di TKP sebanyak 6 orang, saksi dari Polri 2 orang, saksi korban 2 orang dan saksi dari rombongan moge HD sebanyak 7 orang. Atas perkara tersebut, ancaman pidana yang dikenakan terhadap tersangka adalah selama 7 tahun penjara.

Sementara itu, Lettu Inf. Amrizal, Pasi Intel Kodim 0304/Agam yang hadir saat konferensi pers juga menyampaikan bahwa sesuai perintah atasan, mempercayakan kasus ini kepada pihak kepolisian dan kasus harus tetap lanjut sesuai aturan hukum yang berlaku. (rir)