HeadlineOpini

Rumah Pintar Pemilu Oleh: NOVA INDRA (Komisioner KPU Sumbar)

Berbagai aktifitas dilakukan KPU untuk memberikan pendidikan pemilih kepada masyarakat. Mulai dari pertemuan tatap muka seperti seminar, lokakarya, fokus grup diskusi dan diskursus lainnya. Termasuk, pemasangan alat peraga berupa spanduk, baliho, umbul-umbul yang mudah diakses oleh masyarakat. Ada juga lewat media massa, media sosial, dan dialog interaktif di media televisi dan radio. Proses yang dilakukan KPU sekarang ini adalah penyediaan fasilitas Rumah Pintar Pemilu (RPP).

Dengan memanfaatkan ruangan dari bangunan, KPU mencoba membuat suatu disain memanfaatkan ruangan yang ada menjadi pusat informasi dan dokumentasi bagi masyarakat penggiat pemilu dan demokrasi. Rumah Pintar Pemilu diisi dengan melaksanakan berbagai program/kegiatan untuk mengembangkan konsep pendidikan pemilih yang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat.

Di awal pembentukan Rumah Pintar Pemilu, KPU Sumbar dalam merumuskan konten/materi RPP dengan muatan lokal sudah melibatkan banyak pihak, antara lain akademisi, tokoh masyarakat, tokoh pers, budayawan, dan lainnya. Dari pertemuan dengan para pihak tersebut, KPU Sumbar mendapatkan masukan tentang proses demokratisasi di Sumbar. Kemudian, diimplementasikan dengan memuat materi/konten perkembangan pemilu dan demokrasi secara nasional dan muatan lokal di Sumbar. Sehingga terbentuklah RPP di kantor KPU Sumbar yang bisa dikunjungi oleh masyarakat.

Pembentukan RPP dilakukan hampir di semua provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Termasuk di KPU Provinsi Sumbar yang diresmikan 18 Mei 2017 lalu yang selanjutnya diikuti oleh RPP KPU Kota Solok dan RPP KPU Kota Sawahlunto. Pada 29 dan 30 September 2017 nanti secara berturut-turut akan diresmikan RPP KPU Kota Padang dan RPP KPU Kota Pariaman sekaligus Launching Pilkada Serentak 2018 di kedua kota tersebut.

Bagi masyarakat yang ingin tahu soal pemilu dan demokrasi lebih dalam, datanglah ke RPP KPU Sumbar. Demi kenyamanan dan melayani masyarakat yang berkunjung, kantor KPU Sumbar sudah berbenah dengan mengganti pintu masuk gedung utama dengan kaca dan dinding kanan kiri dengan disain RPP sekaligus prasasti peresmian RPP yang ditanda tangani oleh Ketua KPU RI Bapak Arif Rahman. Seperti layaknya memasuki ruangan bangunan/gedung yang mengutamakan pelayanan dan kenyamanan maksimal.

Ketika masuk lewat pintu tersebut, kita akan melihat pemandangan yang agak berbeda. Sebelah kanan, tamu akan disambut oleh tenaga sekuriti yang menanyakan keperluan kita dengan ramah. Sebelah kiri, tepatnya di dinding kaca RPP terpasang tiga slide yang didesain sedemikian rupa, terlihat berwarna-warni, dengan tinggi masing-masing 1,5 meter, lebar 0,8 meter. Slide pertama bertuliskan tentang sistem pemilu di dunia, pengertian pemilu dan azas pemilu. Slide kedua tentang sejarah pemilu di Indonesia dan slide ketiga tentang nama dan periode presiden dan wakil presiden RI, sejak Soekarno hingga sekarang, serta denah tempat pemungutan suara (TPS), tata cara pemungutan suara, penghitungan suara, rekapitulasi hasil pemilihan dan penetapan pasangan calon terpilih.

Tepat di sebelahnya terdapat slide ketiga, ada dua tiang yang dibungkus dengan kaca sehingga berbentuk seperti kotak yang tingginya sekitar 2 meter lebih. Empat sisi tiang itu juga terpasang slide dengan isi yang berbeda setiap sisinya. Sisi depan bertuliskan selamat datang di RPP KPU Sumbar. Sisi kiri soal visi-misi KPU Sumbar. Samping kanan tentang pentingnya pemilu dan demokrasi. Sisi belakang tertera apa saja yang dilakukan masyarakat setelah selesai pemilu.

Tiang kedua, sisi depan terdapat nama-nama komisioner KPU RI periode 2017-2022. Sisi kiri nama-nama komisioner KPU periode 2012-2017. Sisi kanan, komisioner KPU periode 2002-2007. Belakang KPU periode 2007-2012.

Masuk ke ruang tengah RPP ada satu tiang yang sisi depannya ada slide berisi nama-nama komisioner KPU Sumbar mulai tahun 2013 hingga 2008. Sisi kanannya soal daftar terpilih anggota DPRD Sumbar pada pemilu 2014. Sisi kiri tentang daftar terpilih anggota DPRD Sumbar pemilu 2009.

Masuk ke dalam, tepatnya di dinding kaca sebelah kiri, ada slide peserta pemilu sejak 1955 atau pemilu pertama, hingga pemilu terakhir 2014. Slide kedua soal sejarah pemilu di Indonesia dan struktur organisasi KPU RI. Slide ketiga soal tahapan pemilu legislatif, pemilu presiden, dan pilkada.

Di dinding tembok, tepatnya bagian depan ketika masuk ruang RPP ada satu slide tentang nama-nama gubernur-wakil gubernur Sumbar sejak 1958 hingga 2015. Dinding tembok kanan, ada slide rekap perolehan suara pemilu presiden-wakil presiden 2004, 2009 dan 2014. Kemudian ada rekap perolehan pemilihan gubernur 2005, 2010, 2015. Selanjutnya rekap perolehan suara dan kursi DPRD Sumbar 2004, 2009, dan 2014 yang dilengkapi dengan gambar grafiknya.

Di dinding kaca belakang ruang RPP baik sisi dalam dan luarnya, ada foto-foto kegiatan KPU Sumbar. Di dinding lorong sebelah kanan ada perbandingan tingkat partisipasi pemilih pada Pileg, Pilpres dan Pilkada periode 2004 hingga 2015 di Sumbar. Perbandingan partisipasi Pilgub 2015, Pilpres 2014 dan Pileg 2014 di Sumbar yang dilengkapi dengan gambar grafiknya.

Kemudian di sebelahnya ada slide daftar calon DPD pemilu 2004 sampai dengan 2014 daerah pemilihan Sumbar. Di baliknya ada slide peta daerah pemilihan anggota DPR, DPRD Provinsi 2014 dan perbandingan jumlah daerah pemilihan dan alokasi kursi pemilu DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota pada pemilu 2009 dan pemilu 2014.

Pedoman Rumah Pintar Pemilu

Menurut Ketua KPU periode 2012-2017, Husni Kamil Manik (almarhum), Rumah Pintar Pemilu (RPP) atau sebutan lain merupakan sebuah bangunan khusus untuk menjawab kebutuhan pemilih dan masyarakat umum dalam mendapatkan edukasi tentang nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan. RPP adalah juga untuk meningkatkan kemampuan penyelenggara pemilu dalam membantu mengedukasi masyarakat akan pentingnya pemilu dan demokrasi dengan cara memperkenalkan nilai-nilai dasar pemilu dan demokrasi, meningkatkan pemahaman pentingnya demokrasi, menanamkan kesadaran nilai-nilai berdemokrasi serta menjadi wadah silaturahmi komunitas peduli pemilu dan demokrasi.

Tidak mengetahui informasi tentang penyelenggaraan pemilu menjadi salah satu alasan pemilih tidak peduli dengan program dan tahapan pemilu yang dilakukan KPU. Hal ini disebabkan kurangnya akses untuk mendapatkan informasi, sehingga keberadaan Rumah Pintar Pemilu bisa menjadi jawaban untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan inspirasi bagi masyarakat akan pentingnya pemilu dan demokrasi.

Rumah pintar pemilu membuat berbagai kegiatan untuk menarik pengunjung dengan memanfaatkan momentum atau hari peringatan tertentu. Diantaranya, kunjungan dengan cara mendatangkan kelompok-kelompok tersebut melalui surat undangan audiensi, pemutaran film kepemiluan, undangan diskusi/workshop/FGD/seminar, dan sebagainya. Kemudian kegiatan di luar rumah pintar pemilu (mobile), seperti kelas pemilu, diseminasi ke masyarakat/ komunitas/ civil society atau terhadap segmen-segmen pemilih yang terdapat di daerah setempat. Program-program tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan dengan intensitas yang terukur.

Substansi dari keberadaan RPP adalah pendidikan pemilih. Tanpa adanya kegiatan pendidikan pemilih, keberadaan RPP tidak ada manfaatnya. KPU mengundang berbagai elemen masyarakat seperti institusi pendidikan, komunitas, organisasi yang mewakili segmentasi dalam masyarakat membuat kegiatan kepemiluan yang didukung oleh fasilitas, seperti sarana, informasi dan dokumen yang ada di RPP Sumbar.#rppsumbar(*)