Headline

Akkopsi Bahas Percepatan Akses Sanitasi di Padang Pariaman

DetakSumbar.com- Ketua Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) Pusat, Josrizal Zain beserta perwakilan SNV Belanda melakukan kunjungan dalam rangka pembahasan beberapa rencana strategi penting yang berkaitan dengan pencapaian target sanitasi di Kabupaten Padang Pariaman, Parit Malintang (Juma,6/4). Hal ini tak lepas dari target Pemerintah secara Nasional yang menargetkan tahun 2019 Indonesia sudah tercapai 100 % akses untuk air minum dan sanitasi.

Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Bapelitbangda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Disdik dan sejumlah OPD serta LP2M dan SNV di Ruang Bupati Kabupaten Padang Pariaman.

Kabupaten Padang Pariaman saat ini masih memiliki jarak yang masih jauh untuk pencapaian akses sanitasi, terutama berkaitan dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan, angka Padang Pariaman berkisar 64%, berarti masih 36% Penduduk Padang Pariaman masih memiliki kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan.

Dengan angka yang masih jauh dari capaian ini, Josrizal Zain memberikan apresiasi kepada Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman yang sudah memiliki komitmen yang kuat untuk pencapaian akses universal dibidang sanitasi, hal ini ditunjukkan dengan telah diterbitkannya Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2017 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Selain itu Pemerintah Daerah (Pemda) juga sudah menargetkan 100 Korong Open Defecation Free di Tahun 2017.

Dikatakan Santasi terdiri atas 5 pilar, yaitu 1) Stop buang air besar sembarangan (Stop BABS); 2) Cuci tangan pakai sabun (CTPS); 3) Pengelolaan air minum dan makanan yang aman (PAMM-RT); 4) Pengelolaansampahrumahtangga (PS-RT);dan 5) Pengelolaan limbah cair rumah tangga (PLC-RT).

Dari kelima pilar dalam program STBM tersebut, pilar pertama yaitu Stop buang air besar sembarangan (Stop BABS) adalah pilar utama yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, karena masalah tersebut menyangkut masalah kesehatan lingkungan yang akan berdampak luas terhadap masyarakat disekitar.

Direktur Akkopsi Pusat, Joserizal Zein mengaku sangat mengapresiasi komitmen dan kepedulian Bupati Padangpariaman, H Ali Mukhni untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di daerahnya, khususnya dalam untuk percepatan pencapaian universal access di bidang sanitasi dan dalam memperhatikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerahnya.

” Lebih khusus lagi misalnya dalam hal penyediaan fasilitas air minum dan sanitasi. Sebagai contoh, hingga Mei 2018 tahun ini, Pemkab Padangpariaman bahkan sudah memprogramkan 100 korong Bebas BABS di Kabupaten Padang Pariaman. Selanjutnya, hingga akhir tahun ini juga ditargetkan sudah tidak ada lagi masyarakat di Kabupaten Padangpariaman yang buang air sembarangan,” demikian ditegaskan Ketua Akopsi Provinsi Sumatera Barat, Josrizal Zein, menjawab pertanyaan wartawan Jumat kemarin, usai menggelar pertemuan dengan jajaran pemerintahan Kabupaten Padangpariaman.

“Karena seperti diketahui, jika sanitasi sehat telah bisa diwujudkan, maka tentunya juga akan bisa berdampak terhadap taraf kesehatan masyarakat. Dan kalau masyarakatnya sudah sehat, tentu juga dampaknya akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Demikian pula halnya dampaknya terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Joserizal Zain mengatakan untuk percepatan Stop BABS adalah dengan pendekatan perubahan prilaku masyarakat, sebab persoalan BABS adalah soal kemauan bukan kemampuan. Untuk itu menurutnya perlu promosi yang gencar dari semua pihak untuk menuntaskan prilaku BABS.

Lebih jauh menurut mantan Walikota Payakumbuh dua periode ini, target yang dicanangkan Bupati Padangpariaman dimaksud jelas perlu didukung semua pihak di daerah ini, termasuk diantaranya dukungan dari masyarakat, serta OPD terkait lainnya. “Karena untuk bisa mewujudkan itu semua tentu sangat dibutuhkan adanya sinergitas, kolaborasi dan kerjasama melibatkan semua pihak. Termasuk diantaranya dalam mengubah minshet atau perilaku masyarakat dalam memahami arti pentingnya mewujudkan sanitasi yang sehat,” bebernya.

Demikian pula halnya dukungan dari pihak terkait lainnya, seperti dukungan dari pihak DPRD, pihak media, serta jajaran stakeholder lainnya.

Lebih khusus lagi Joserizal Zain mengatakan, “jika dana aspriasi Anggota Dewan, Dana Nagari, CSR, serta dana zakat dapat diberikan untuk pembangunan jamban masyarakat maka pencapaian unniversal akses yang ditargetkan Pemkab Padang Pariaman 2018 ini dapat terwujud,” sebutnya.

Lebih lanjut, pihaknya dari Akopsi lanjut Josrizal Zein tentunya siap mendukung program Pemkab Padangpariaman dimaksud, demikian pula halnya dalam mengadvokasi dan mengedukasi masyarakat yang nantinya juga akan bisa dibantu oleh Lembaga Pengkajian dan pemberdayaan Masyarakat atau (LP2M).

Di pihak lain, dalam pertemuan Jumat kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Aspinuddin, yang bertindak mewakili Bupati Padangpariaman menegaskan, bahwa Pemkab Padangpariaman di bawah kepemimpinan Bupati Ali Mukhni memang sangat konsen dalam mewujudkan sanitasi sehat di Kabupaten Padangpariaman. “Bahkan untuk mewujudkan itu semua, Bupati telah mengultimatum para Camat di Kabupaten Padangpariaman, bagi yang tidak mampu merealiasikannya hingga 2019 mendatang, maka yang bersangkutan bisa saja dipecat dari jabatannya. Bahkan, keinginan Pak Bupati kalau bisa hendaknya pada tahun 2018 ini, Kabupaten Padangpariaman juga telah bisa merealiasikan 100 persen jamban seperti yang ditargetkan pemerintah pusat pada tahun 2019 mendatang,” sebutnya.

Aspinuddin mengakui, memang ada beberapa kendala untuk bisa mewujudkan target pengadaan jamban sehat dimaksud, diantaranya alasan tidak adanya dana masyarakat untuk membangunnya. “Makanya Pemkab Padangpariaman akhirnya berupaya mencarikan solusi. Salah satunya melalui bantuan Badan Amil Zakat (BAZ) Padangpariaman untuk membangun 100 jamban di Kabupaten Padangpariaman. Selain itu, dukungan pendanaan lainnya juga kita upayakan melalui CSR atau dana sosial dari sejumlah perusahaan lainnya,” imbuhnya.

Di pihak lain, Zainal Abadi selaku Koordinator Advokasi Sanitasi dari LSM Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) mengakui kesiapan pihaknya untuk bahu membahu dan bekerjasama dengan jajaran pihak pemerintah dan masyarakat Kabupaten Padangpariaman, khususnya dalam merealiasikan sanitasi sehat di daerah ini. Demikian pula halnya untuk merealiasikan target pencapaian 100 persen jamban sehat secara nasional pada tahun 2019 mendatang di Kabupaten Padang Pariaman.

“Sebenarnya persoalan BABS yang utama bukanlah masalah pendanaan, tapi masalah prilaku, oleh sebab itu perlu menyusun strategi untuk perubahan prilaku masyarakat,” terangnya.(*)