Opini

“ASA di Pilkada Padang”

Eskalasi politik jelang pemilihan Walikota-Wakil Walikota Padang 2018-2023 kian meninggi. Sejumlah sosok sudah disebut atau diyakini akan memenangi pemilihan nanti. Para kandidat calon pun sudah mulai memasang kuda-kuda. Perang gagasan hingga black campaign semakin tak terelakkan. Padang rupanya terlalu seksi untuk tidak dibahas.

Di era dimana kedigdayaan teknologi dan arus informasi yang tanpa batas, warga kota menjadi semakin cerdas. ‘Perangkap’ janji-janji kampanye, dan miskin realisasi (ketika sudah terpilih) sudah menjadi sampah 5 tahunan. Warga Padang menginginkan Business not as usual. Cara baru dalam tata kelola kata, pendekatan baru dalam memanusiakan warga, dan yang paling penting adalah munculnya gagasan-gagasan inovatif yang aplikatif, bukan sekedar teoritis.

Ada satu bakal pasangan calon yang menarik perhatian penulis: Andre Rosiade dan Maidestal Hari Mahesa. Belum cukup sebulan pasangan dengan call name ASA ini dideklarasikan, namun sudah menjadi buah bibir dan merusak tatanan peta perpolitikan Pilkada Padang. Dengan sokongan “Poros Tengah” nya, sosok ASA muncul ke permukaan.

Dari sisi marketing, sosok ASA betul-betul menjadi produk baru yang amat ditunggu. Mengapa? Andre Rosiade merupakan sosok politisi nasional yang teruji serta pengusaha yang sukses. Adapun pasangannya Maidestal Hari Mahesa merupakan sosok legislator yang sudah kenyang pengalaman. Dari segi usia pun sangat saleable, keduanya under 40! Ditambah dengan wajah rupawan, lengkap sudah untuk diluncurkan.

Politisi sekarang rupanya sudah tahu ilmu marketing. Mereka paham dengan yang namanya segmentation, differentiation, targeting dan positioning. Berdasarkan pengalaman Pilkada terakhir, mayoritas yang menjadi golput adalah pemilih pemula. Andre-Esa rupanya jeli menangkap peluang. Pemilih pemula digarap, sosial media diaktifkan, dan jika ingin memenangkan kontestasi, hal terpenting yang dilakukan pasangan ASA adalah menyiapkan program kerja yang konkrit dan aplicable.

4 program ungggulan Andre-Esa yang saya baca adalah menghidupkan kembali moda transportasi kereta api dan membangun terminal, memberantas maksiat, membereskan masalah banjir dan mengurangi kemacetan. Menilik dari apa yang terlihat di lapangan memang betul, itulah permasalahan mendasar yang harus dicarikan jalan keluarnya. Baru sebentar keluar rumah, hampir disemua ruas jalan sudah bertemu dengan yang namanya kemacetan. Jika hujan lebat, tidak sampai 2 jam Padang sudah banjir. Maksiat? Jangan ditanya lagi, sudah rahasia umum. Dan yang paling utama adalah Padang memang sudah saatnya memiliki terminal kembali dan alangkah lebih bagus jika transportasi publik juga ditambah, seperti kereta api.

Dalam ilmu marketing dikenal istilah “What you see is what you get”. Kita sudah melihat sosok Andre-Esa, sudah mengetahui program kerjanya. Jika diamanahkan, kita tinggal menunggu realisasinya. Sebagai orang yang paham marketing, saya yakin Andre-Esa tidak akan mengecewakan para pelanggan (pemilihnya)***

Fadhli Bassya, marketing enthusiast, anggota BPD Hipmi Sumbar 2014-2017