Headline

Asril: Proses Hukum Harus Profesional, Tanpa Ada Pengaruh dan Tekanan

Foto Istimewa: Asril, SE, Anggota DPRD Kota Bukittinggi

Bukittinggi – Menanggapi pemberitaan tentang adanya laporan dari kubu bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Bukittinggi, Martias-Taufik ke Bawaslu Kota Bukittinggi beberapa hari lalu, tentang beredar isi rekaman dugaan ASN Pemko Bukittinggi berpihak kepada salah satu pasangan calon kepala daerah, Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari fraksi Partai Nasdem, Asril mengatakan bahwa proses hukum harus ditegakkan secara profesional tanpa ada pengaruh serta tekanan dari pihak manapun.

Saat dihubungi melalui saluran telepon, Senin, (17/08) Asril melanjutkan bahwa ASN tidak dibolehkan ikut berpolitik sudah sepakat kita. Hal itu sesuai dengan peraturan perundang-undanganan yang sudah ada.

Lanjut Asril, namun sampai dimana dan apa saja hasil laporan saudara Martias Tanjung di Bawaslu, saya belum monitor. Dan mohon maaf saya juga tidak mandengar isi rekaman itu.

“Belum mendengar saya Pak, sebab tidak ada kawan yang mengirimkan. Hanya dari media saya baca bahwa persoalan ini sudah dilaporkan oleh pasangan Martias Tanjung,” tegasnya.

Karena ini sudah menjadi laporan, sebagai lembaga kita sudah sering memberikan peringatan, baik dalam rapat-rapat rutin bahkan secara kelembagaan DPRD, sudah mengingatkan dalam sidang paripurna, ASN harus berlaku netral.

Namun demikian, terkait diduga ada keterlibatan ASN menggalang dukungan untuk salah satu pasang calon dan sampai beredar rekaman, tentu kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Termasuk dengan putusan apa yang akan diberikan oleh penegak hukum.

“Kita di DPRD Kota Bukittinggi mendorong agar proses ini dilaksanakan dengan profesional tanpa ada pengaruh serta tekanan dari pihak manapun,” tutup Asril. (rir)