Headline

Bawaslu Bukittinggi: 2 dari 16 Laporan Dugaan Tindak Pidana Pemilu Tergister

Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi, Ruzi Haryadi

Bukittinggi – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi, telah menindaklanjuti 2 dari 16 laporan warga terkait dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu.

Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi, Ruzi Haryadi mengatakan, pihaknya sudah meregister 2 laporan yang artinya telah memenuhi syarat formil dan materil pelaporan.

“Ada 16 pelaporan yang masuk, namun hanya 2 untuk sementara ini yang sudah teregister,” kata Ruzi, Jum’at, (18/12)

14 laporan lain, kata Ruzi, belum memenuhi syarat formil dan materil laporan sehingga pihaknya meminta pelapor untuk melengkapi.

“Jadi yang 2 ini akan masuk ke tahap selanjutnya, yakni klarifikasi materi pelaporan. Hari ini rencananya kita akan rapat Sentra Gakkumdu bersama pihak kejaksaan dan kepolisian,” sebutnya.

Semua laporan itu, lanjut Ruzi merupakan laporan sekelompok masyarakat terkait dugaan politik uang dan terkait pemberian kartu oleh salah satu paslon sebelum pencoblosan. Namun masyarakat yang melapor yang tidak menerima kartu, tapi yang jelas semua laporan sudah ada yang kita register.

Sementara itu ditempatkan terpisah, Maryuli Apindo, panggilan sapaan Pindo, Juru Bicara Erman Safar menanggapi dingin terhadap semua laporan yang masuk ke Bawaslu saat dihubungi melalui saluran telepon.

Menurut Pindo, “Hal itu adalah hak seluruh masyarakat untuk mendapatkan perlakuan sama dimata hukum. Silahkan saja, jika itu ditujukan kepada kami, tentu ditunggu saja panggilan resmi dari pihak Bawaslu untuk mendapatkan klarifikasi.”

Tambah Pindo, terkait kartu Bukittinggi Hebat (KBH) itu sebenarnya masyarakat yang melapor itu masih tidak mengerti fungsi dan manfaat kartu. Apa lagi saya dengar bahwa masyarakat yang melapor juga orang yang tidak menerima kartu.

Artinya apa, masyarakat pelapor tidak paham peruntukan kartu. Padahal KBH itu ditujukan ke masyarakat yang tidak mampu. Sementara si pelapor tidak menerima kartu artinya kontra produktif dong, sumir keterangannya.

Tapi bagaimanapun juga, kita siap saja jika nanti diminta untuk klarifikasi, tutup Pindo. (rir)