Headline

BAWASLU Cerdaskan Masyarakat Untuk Keterbukaan

PADANG- Sebagai lembaga yang mengawasi proses penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar, melakukan Sosialisasi pelayanan data dan informasi publik, Sabtu (21/11/2020), disebuah hotel di kota Padang.

Adapun guna dari sosialisasi tersebut, untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik, dalam pengawasan penyelengaraan pemilih kepala daerah serentak tahun 2020, sehingga tidak yang tertutup dalam semua proses, sehingga semua berjalan baik sesuai keinginan masyarakat.

Sosialisasi keterbukaan informasi tersebut diikuti berbagai organisasi diantara Bedan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Perguruan Tinggi negri dan swasta di kota Padang.

Ketua Panita Roza Malina mengatakan, acara sosialisasi dilaksanakan agar publik tau fungsi tuga Bawaslu, dan mendorong komisi informasi dalam transparansi untuk masyarakat.

Sekaitan dengan laporan ketua penyelenggara, Seretaris Bawaslu Sumbar Karnalis Kamaruddin lebih menegaskan, lembaga ini sudah melakukan keterbukaan sejaka lama, dengan pembentukan PPID melalui keputusan ketua Bawaslu Sumbar nomor 001.A/H.BAWASLU-Prov/HM 00/2017.

“Sebagai atasan PPID Bawaslu Sumbar, saya sudah menyelenggarakan keterbukaan sesuai dengan arahan ketua dan kordiv Badan Pengawas Pemilu, dengan melakukan pembuatan website, serta menyediakan ruang PPID dikantor Bawaslu Sumbar,” ulas Karnaslis.

Untuk kabupaten dan kota Bawaslu juga akan mengembangkan website, dengan tiga langkah yakni, jangka pendek,menengah dan panjang, sehingga pada tahun 2021 semua sudah memiliki website,tambah Karnalis.

Pada kesempatan tersebut Ketua Bawaslu Surya Efitrimen diwakili kordinator divisi hukum,humas, datin, Nurhaida Yetti, mengatakan akan terus mendukung sekretariat melalui kordinator sekretariat (Korsek) yakni Seretaris untuk mengembangkan keterbukaan dilembaga pengawasan ini.

Keterbukaan informasi juga berguna untuk menjadikan pesta demokrasi berjalan baik, sehingga perlu adanya masukan, dengan memberikan pengenalan kegiatan Bawaslu.

Selain itu, Bawaslu juga melakukan Bintek sampai pada tingkatan terendah, yang semuanya untuk pelaksanaan tugas lebih baik, dan mempergunakan kalimat yang mudah dalam memberikan informasi.

“Kami minta agar adek-adek mahasiswa dan siapa saja bisa juga mengawasi kinerja kami dilapangan, untuk selanjutnya jika ada penyimpangan bisa dilaporkan pada kami, sehingga bisa ditindak lanjuti,” tutur Nurhaida Yetti.

Ditambahkan Nurhaida, tanda-tanda kesiapan Bawaslu Sumbar terhadap keterbukaan, dengan menyiapkan ruang representatif, computer dengan semua data yang diinginkan, serta tenaga tehnis berpengalaman.

Dalam sosialisasi dihadirkan juga narasumber Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat Nofal Wiska dan narasumber internal Bawaslu Nurhaida Yetti dan petugas PPID Bawaslu.

Dalam kesempatan tersebut ketua KI Provinsi Sumatera Barat Nofal Wiska mengatakan, pemberi informasi jangan hanya sekedar sampai, tapi berikanlah yang berkualitas, sehingga masyarakat menjadi lebih paham.

Selain itu, perlu juga melihat situasi kepada siapa informasi diberikan, bisa saja mempergunakan bahasa daerah, atau bahasa lainnya yang dapat dipahami, juga bisa mempergunakan gambar serta lainnya.

Alangkah lebih baik lagi, jika informasi diberikan dalam bentuk hal-hal menarik, sehingga masyarakat cendrung menyukai akan selalu membuka website tersebut.

“Manjakan masyarakat dengan memberi informasi yang simple dan menarik, tidak kaku serta mudah dicerna, sehingga informasi yang diberikan secara langsung atau melalui website akan selalu diminati dan penerima pesan akan tetap memahami,” ulas Nofal.

Nofal juga menegaskan, sebaiknya memberikan informasi yang update, sehingga tidak menimbulkan kejenuhan masyarakat, jangan diminta terlebih dahulu baru diberikan.

‘Pemberi informasi sebaiknya aktif jangan pasif, sehingga selalu update, seharusnya gak perlu diminta dahulu baru diberikan, itu namanya hanya sekedar memenuhi tanggung jawab, apalagi berkaitan informasi serta-merta dimana berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, karena bisa dipidana,” tegas Nofal.

Pemaparan ketua KI Sumbar Nofal Wiska juga didukung penuh Bawaslu Sumbar, dengan tanggapan cepat kordiv Nurhaida Yetti, mengatakan semua akan dilaksanakan, sehingga minat semua komponen masyarakat untuk memberi masukan pada Bawaslu semakin tinggi.

“Ini merupakan acara sangat bermanfaat, karena ada beberapa inovasi yang segera kita lakukan, seperti memberikan informasi dengan karikatur atau video dan hal-hal menarik lainnya,” tutur Nurhaida.

Diskusi berjalan hangat, Anatara narasumber dan peserta saling berkomunikasi dengan baik, sehingga lebih tampak menyatu.(nov)