Opini

Benarkah Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi, Ikut Dalam Pilkada 2020

Foto Istimewa: David Chalik dan Irwandi

Bukittinggi – Setelah hampir satu periode bersama mendampingi Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, akhir-akhir ini wakil walikota Bukittinggi, Irwandi muncul dipemberitaan media online akan ikut bersaing diperhelatan pemilihan kepala daerah. Irwandi seorang sosok Datuak kelahiran Kota Bukittinggi rencananya akan bersanding dengan salah seorang pemuda sukses yang pernah bergelut di dunia artis film nasional, model cover majalah, presenter, pengusaha, serta juga pernah sebagai politisi partai politik Hanura, yakni David Chalik.

Peran Irwandi Dt. Batujuah sejak 17 Februari 2016 sebagai wakil walikota memang tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan Walikotanya, Irwandi lebih sering berada dibalik layar ‘nakodai’ Pemerintahan Kota (Pemko) Bukittinggi. Sesekali beliau hadir dalam acara temu warga dan atau acara kepemerintahan ketika walikota tidak bisa hadir serta tidak juga terlalu banyak hadir bersama-sama dengan Walikota Ramlan Nurmatias saat bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda).

Harmonisasi dalam menjalani roda pemerintahan kota Bukittinggi hanya terasa kurang lebih 1 tahun pertama setelah Ramlan Nurmatias – Irwandi terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi dari jalur Independen di tahun 2016 – 2021. Setelah itu Irwandi tidak terlalu sering berada disamping Walikota meskipun ketika rapat-rapat pembahasan di kantor walikota maupun dikantor DPRD tentang tata kelola pemerintahan kota Bukittinggi.

Seolah peran Wakil Walikota suami Khadijah, SH ini hanya sebagai ‘ban serap’ seperti yang pernah dilontarkan oleh Andre Rosiade (Ketua DPD Partai Gerindra) saat penyerahan 2 Surat Keputusan (SK) kepada Erman Safar, yakni SK Kepengurusan Partai Gerindra Bukittinggi dan SK dukungan kepada Erman Safar sebagai Walikota Bukittinggi beberapa hari lalu.

Masyarakat Bukittinggi cukup banyak menyayangkan, mengapa situasi ini terjadi? Apakah karena pola ide atau pemahaman walikota dan wakil walikota dalam mengelola pemerintahan selalu berbenturan atau memang karena sebelumnya sudah menjadi kesepakatan bahwa ketika terpilih peran wakil walikota hanya betul-betul sebagai ban serap?

Sepak terjang dan kepiawaian Irwandi ayah dari Dikha Aulina, S.Kom, Willy Gading (Alm.) dan Fandy Adityo sebelum menjadi wakil walikota juga tidak bisa dipungkiri. Keahlian beliau lulusan Sarjana Hukum, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) sebagai seorang birokrat dimulai dari PNS golongan II sampai menjabat sebagai seorang top manajemen yaitu Sekretaris Daerah Pemko Payakumbuh.

Sehingga untuk urusan pemerintahan, Irwandi sudah malang melintang yang sarat dengan pengalaman. Namun semenjak bersanding dengan Ramlan Nurmatias tidak terlihat kepiawaian dan keahlian beliau sebagai seorang Pamong atau Wakil Walikota Bukittinggi.

Bukti-bukti nyata Irwandi seolah sebagai ban serap memang tidak bisa dibuktikan secara harfiah atau nyata, namun bukti nyata itu bisa tersirat dari sebuah karangan bunga atau ucapan selamat dari Pemko Bukittinggi yang biasanya bertulisan ucapan selamat dari Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi tetapi sering terlihat ucapan selamat dari seorang Walikota Bukittinggi saja.

Selain itu spanduk atau baliho pemerintah kota Bukittinggi yang terpampang diberbagai sudut-sudut kota mengeluarkan himbauan tentang penggunaan wajib masker dimasa pandemi covid-19, yang hanya muncul seorang sosok Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.

Hal ini sering menjadi perbincangan masyarakat didalam maupun luar kota Bukittinggi, mengapa himbauan ini hanya ada gambar Walikota saja tanpa ada Wakilnya?

Tentu banyak persepsi masyarakat yang muncul, apakah memang hingga jelang masa akhir masa jabatan walikota dan wakilnya pada pertengahan bulan Februari Tahun 2021 tidak harmonis atau memang walikota ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa mamang hanya walikota yang peduli terhadap penaggulangan penyebaran virus covid-19 dan atau barangkali walikota ingin memanfaatkan momentum pandemi covid-19 agar lebih dikenal oleh masyarakat karena tak lama lagi perhelatan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah di kota Bukittinggi akan berlangsung?

Lalu kemana Irwandi, dalam acara penyemprotan disinfektan bersama forkopimda, pemberian bantuan pemerintah atas pandemi covid-19, sering tidak terlihat. Dalam rapat dengar pendapat bersama forum pedagang pasar atas korban kebakaran dengan DPRD kota Bukittinggi juga tidak terlihat. Hanya Sosok Sekretaris Daerah, Yuen Carnova beserta jajaran Kepala Dinas terkait yang sering muncul pada saat itu.

Ternyata akhir-akhir ini, Irwandi mempunyai strategi dan orientasi yang mengejutkan untuk bisa lebih banyak berkiprah bersama masyarakat kota Bukittinggi yakni ikut mendaftar di beberapa partai politik bersama David Chalik sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota Bukittinggi di periode mendatang.

Mudah-mudahan niat baik dan kolaborasi dibentuk bersama David Chalik, Irwandi bisa mewujudkan cita-cita atau ide untuk membangun kota dan mensejahterakan masyarakat Bukittinggi yang pernah terpendam selama ini. Keseriusan dan komitmen untuk ikut berjuang dalam sebuah momen Pilkada mendatang menjadi sebuah jawaban bahwa Irwandi bukan seperti ‘ban serap’. Semoga sukses Bapak Irwandi.

(Tasmon – Pemerhati Kota Bukittinggi)