HeadlinePariwisata

BNN Sawahlunto Menangkap Lima Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Detaksumbar.com- Sawahlunto — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sawahlunto menangkap di 5 pelaku penyalahgunaan narkoba, sekira pukul 00.30 WIB, Jumat 31 Agustus 2018.

Kelima pelaku dibekuk saat razia di sejumlah tempat hiburan yang dilakukan oleh BNN Kota Sawahlunto di kawasan Muara Kalaban, Sawahlunto.

Kepala BNN Kota Sawahlunto Guspriadi mengatakan saat razia di cafe Ali Baba pihaknya langsung melakukan test urine di room karaoke masing-masing.

Di cafe tersebut 11 orang dilakukan test urine, hasil test urine ditemukan 5 diantaranya positif narkoba. Semuanya dalam satu ruangan karaoke dengan inisial M (44), N (32), R (29), ADF (30) laki-laki merupakan pengunjung dan S (28) perempuan, sebagai pemandu karaoke.

“Hasil test urine menyatakan 5 orang postitif pengguna penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan inex” katanya saat press release di Kantor BNN Kota Sawahlunto, Jumat 31 Agustus 2018.

Guspriadi melanjutkan setelah diketahui positif narkoba, pihaknya melakukan penggeledahan badan ditemukan setengah butir inex sisa pakai didalam dompet gantungan kunci mobil di saku celana depan tersangka M.

Selanjutnya penggeledahan di mobil milik M, ditemukan barang bukti sabu seberat 0,68 gram, 1 butir inex, jarum dan kaca pirek, plastik sabu bekas pakai yang dibungkus dalam bungkus rokok dan uang sebesar Rp8,8 juta dipintu mobil depan sebelah kanan.

“Mobilnya merk Fortuner bernopol BA 518 A juga kami sita,” tambahnya.

Razia yang dilakukan oleh BNN Kota Sawahlunto merupakan razia rutin yang dilakukan untuk terciptanya Sawahlunto bersih dari narkoba. Guspriadi menghimbau kepada pemilik tempat hiburan untuk menghindari hal-hal yang seperti ini.

“Cafe Ali Baba ini setiap kami lakukan razia ada saja yang ditangkap, tidak terhitung berapa kalinya, untuk itu kita himbau pemilik tempat hiburan agar menghindari hal-hal yang seperti ini.

Saat ini kelima tersangka ditahan di Kantor BNN Kota Sawahlunto untuk diperiksa lebih lanjut.

“Saat ini masih dalam pengembangan, belum ada yang ditetapkan sebagai pengedar. Nanti bagaimana perkembangannya akan dikabari lagi,” sambungnya,” tutupnya.