Headline

BPBD Kabupaten Pasaman fokus melakukan pendataan warga yang terdampak banjir di 7 kecamatan

Detaksumbar.com- BPBD Kabupaten Pasaman mencatat banjir dan longsor terjadi di 7 kecamatan ya ada di Kabupaten Pasaman. Ratusan rumah terendam banjir setinggi 50 centil meter hingga 1,5 meter.

Kepala BPBD Pasaman, Masfet Kenedi menyatakan 7 kecamatan yang terdampak banjir tersebut adalah Kecamatan Panti, Padang Gelugur, Rao Selatan, Rao, Rao Utara, Mapattunggul, dan Kecamatan Mapattunggul Selatan.

“Ratusan rumah yang terendam banjir sejak Selasa 9 Oktober 2018 hingga saat ini. Namun disebagian lokasi sudah ada air yang surut. Lokasi banjir terparah terdapat di Kecamatan Rao Selatan” kata Masfet.

Menurut Masfet, bukan hanya rumah yang terendam puluhan hektar sawah juga ikut terendam banjir. Ada yang gagal panen, dan ada yang bisa diselamatkan.

Selain itu juga dampak banjir menghantam puluhan kolam ikan masyarakat di sejumlah kecamatan. Hingga saat ini belum ada data yang final masyarakat yang terdampak banjir.

” Dalam dua hari ini kita fokus melakukan pendataan warga yang terdampak banjir di 7 kecamatan tersebut” katanya.

Dijelaskan Masfet, data sementara yang ia kumpulkan adalah di Kecamatan Panti tepatnya kampung Lundar dan Kuamang rumah terendam sebanyak 80 unit setinggi 30-50 centi meter.

Kemudian, di Kecamatan Padang Gelugur rumah terendam 40 unit ditambah gedung sekolah. Sementara kolam masyarakat sekitar 5 buah. Sedangkan di Kecamatan Rao Selatan rumah terendam 40 unit, sawah 50 Ha ada yang gagal panen, kebun sawit dan 30 buah kolam.

Sedangkan di Kecamatan Rao sawah yang terendam sekitar 10 hektar, jembatan 2 unit, kolam 15 buah. Dan Kecamatan Rao Utara jembatan 1 unit, jalan putus. Kemudian Kecamatan Mapattunggul Selatan jalan putus akibat longsor, serta Kecamatan Mapattunggul tepatnya di Lubuk Godang belum diketahui berapa unit rumah yang terendam.