Headline

Calon Kepala Daerah Sasaran Empuk Informasi Hoax di Sosmed

DetakSumbar.com- Padang,—Sosial media (Sosmed) terus makin booming dalam interaksi dari hari ke hari. Bahkan segala hal, Sosmed seperti facebook, twitter, whatshap dan instagram menjadi aktualisasi diri.

Tapi para user Sosmed sering lupa diri, sehingga tak jarang banyak terjerat kasus hukum ulah beraktualisasi mengandung SARA dan ujaran kebencian.

Serangan sosial media pada Pilkada serentak pun telah menjadi-jadi, bahkan Cawako Pariaman Genius Umar tegas mengatakan kalau calon incumbent sasaran empuk informasi hoax di Sosmed.

“Calon incumbent itu rentan diserang dengan informasi hoax di sosial media terutama facebook yang banyak penggunanya di Kota Pariaman,”ujar Genius saat tampil sebagai narasumber pada Dialog Kedjajaaan Bangsa IKA Unand Padang, Kamis 22/2 di Sikola Cafe Sekretariat DPP IKA Unand jalan KIS Mangunsarkoro.

Menurut Genius, informasi hoax terkait dirinya di facebook, Genius Umar tidak mau menggubris sama sekali.

“Saya biarkan saja tidak saya gubris apalagi melaporkan yang membuat dan men-share ke pihak penegak hukum”ujarnya.

Tapi yang membela dirinya juga ada sehingga mendatangi Genius, supaya ditepis itu hoax di Sosmed.

“Saya tidak mau tapi kalau kawan-kawan yang rata-rata anak muda mau meluruskan silahkan,”ujar Genius Umar.

Sementara Akademisi Unand Padang Andri Rusta menegaskan media sosial di Sumbar belum berpengaruh terhadap keterpilihan seorang calon.

“Tapi jangan diangggap sepele karena generasi milenial sekarang justru interaksi mereka setiap waktu via media sosial,”ujar Andri.

Andri yang juga merupakan Peneliti Senior  Spektrum Politika ini menegaskan media sosial sebenarnya bisa menjadi model untuk menggarap inten pemilih muda.

“Kalau Cawako pandai dan pesan disampaikan lewat Medsos pas terutama terkait model, kreatifitas Medsos menjadi alternatif menentukan kemenangan di Pilkada,”ujarnya.

Sementara Cawako Sawahlunto Ali Yusuf justru melihat penggunaan media sosial di kalangan pemilih muda sebagai wadah Ali untuk berinteraksi dengan mereka.

“Empat tahun enam bulan memimpin Sawahlunto, saya menyadari anak muda tidak bisa dipandang sebelah mata, Allhamdulillah banyak program di Sawahlunto selalu melibatkan pemuda,”ujarnya.

Apalagi menurut Ali Yusuf, Talawi Sawahlunto adalah tanah kelahiran tokoh bangsa M Yamin, bahkan makam beliau juga ada di Talawi.

“Adalah salah kalau saya tida pro anak muda selama ini, justru anak muda menjadi ikon Sawahlunto karena ada nama besar bangsa, yaknk putera asli Sawahlunto,”ujarnya.

Sementara Cawako Padang Panjang Fadly Amran mengatakan semua media baik sosial dan media mainstrem sekalipun itu hanya sebuah media.

“Dia tidak akan berdampak apa-apa jika si calon tidak mampu menyampaikan pesan yang pas kepada warganet tersebut,”ujarnya.

Prinsip kata Fadly, media sosial sebuah sarana, calon kepala daerah harus bijak dan bijaksana memanfaatkannya.

“Artinya sebagai sarana untuk menuju Walikota Padang Panjang media sangat berarti menyampaikan pesan saya, prinsip tidak SARA maupun ujaran kebencian kepada calon lain,”ujar Fadly yang juga Ketua DPD KNPI Sumbar terpilih ini.

Dialog Kedjajaan Bangsa yang digelar DPP IKA Unand merupakan wadah cair yang menjadi menarik karena audiens-nya para jurnalis sehingga sering disebut menjadi diskusi media.

Untuk dialog Rabu siang sampai sore tadi, moderatornya, merupakan alumni Unand Padang Rizki Rifai,  yang saat ini menjadi karyawan di bank BRI. (*)