Headline

Dewan Pers, Imam Wahyudi: Hati – Hati Berita Hoaks Wartawan Harus Cerdas

DETAKSUMBAR.COM,PADANG – Kepada jurnalis, mari kita pikirkan apa dampak berita itu pada masyarakat. Bukan sekedar membuat beritanya, tapi apa efeknya,” kata Imam Wahyudi pada diskusi di kafe Jsix dalam rangka silaturahmi bersama media di Padang.

Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat Pencegahan Etika Pers Dewan Pers Imam Wahyudi juga mengimbau kepada jurnalis untuk tidak sekadar membuat berita yang didapat. Jurnalis seyogianya juga memikirkan dampak atau efek berita tersebut setelah dipublikasikan.
Bagi wartawan yang bekerja di perusahaan pers hendaknya memperhatikan efek dari berita yang dibuat untuk dipublikasikan.  Sebab, sekarang masih ada pekerjaan rumah perihal kesesuaian nilai berita dengan nilai-nilai di masyarakat, Ujar Mantan jurnalis televisi tersebut.

Kepada masyarakat, Imam berpesan untuk tidak langsung membagikan berita yang diterima kepada orang lain melalui media apa pun, termasuk media sosial. Berita atau informasi yang diterima, hendaknya diklarifikasi, diverifikasi, dan dicari kebenarannya, agar berita atau informasi tersebut tidak meluas bila ternyata hoaks.

Menurut Ketua IJTI ( Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia ) Sumbar John Nedy Kambang, Indonesia saat ini menjadi sasaran transideologi dunia sampai ke daerah termasuk di Sumbar. Menurut dia, banyak masyarakat yang mentah-mentah menerima berita/informasi atau paham yang bungkusnya menyejukkan namun isinya menyengsarakan.

Uji kompetensi wartawan pun diperlukan karena Dewan Pers mendapat sejumlah laporan adanya wartawan yang dinilai tidak memiliki pengetahuan di bidang jurnalistik. Sebab, sebagai profesi, dunia jurnalistik juga memiliki aturan dan kode etik. ujar imam wahyudi.

“Jangan sampai Orang yang tidak mengerti dengan dunia jurnalis jadi wartawan, Pimpinan redaksi  lagi. Kalau ada wartawan sama, editornya dia, pimred-nya dia juga. Mau bercanda?” sambung Imam.

Uji kompetensi bagi wartawan juga bisa dilakukan oleh jurnalis freelance. Mereka bisa memperoleh sertifikasi melalui organisasi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers. itu di lakukan agar media atau wartawan nya bisa memberikan berita benar dan tidak hoaks.(buana)