Headline

Diduga Terlibat Kampanye Paslon, 2 ASN Diperiksa Sentra Gakkumdu Bukittinggi

Ruzi Haryadi, Ketua Bawaslu Bukittinggi

Bukittinggi – Buntut dari laporan masyarakat tentang adanya dugaan keterlibatan 1 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bukittinggi dan 1 orang ASN dari Kabupaten Agam terlibat dalam acara kampanye salah satu pasangan calon (paslon) kepala daerah kota Bukittinggi, diperiksa oleh petugas Sentra Gakkumdu Kota Bukittinggi.

Ketua Bawaslu Bukittinggi, Ruzi Haryadi, pada hari Rabu, (11/11), mengatakan, “Hari ini, Sentra Gakkumdu Bukittinggi (penegak hukum terpadu yang terdiri dari Kejaksaan, Kepolisian dan Bawaslu) telah memeriksa Terlapor inisial YMP, ASN dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi dan ZE, ASN selaku Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri di wilayah Palupuah, Kabupaten Agam dan 1 orang Saksi berinisial T.”

2 orang ASN ini kami panggil dalam rangka pemeriksaan atas laporan masyarakat yang diduga ikut hadir dalam kampanye salah satu paslon kepala daerah nomor urut 1, Ramlan Nurmatias-Syahrizal (Rasya), beberapa hari lalu disalah satu hotel di Bukittinggi, tambah Ruzi.

Sehari sebelumnya, Gakkumdu juga telah periksa 1 orang Pelapor dan 1 orang Saksi. Artinya sudah ada 5 orang yang telah kami periksa. Ketika alat bukti dan saksi dirasa cukup memenuhi melanggar unsur pidana dan unsur kode etik, maka batas waktu pemeriksaan cukup selama 3 hari setelah laporan teregister namun jika dirasa belum maka ada penambahan waktu 2 hari lagi.

Dalam kasus ini, kami memakai pasal 71 ayat 1, UU nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, berbunyi; Pejabat negara, pejabat daerah, pejabat aparatur sipil negara, anggota TNI/POLRI, dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

Sementara itu, usai diperiksa pihak sentra Gakkumdu, YMP, ASN dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi menyatakan bahwa awalnya saya ditelepon oleh teman se-alumni untuk mengambil baju yang berlogo yayasan alumni tahun 84, namun memang ada logo atau tulisan Rasya didepannya. Tapi saya tidak mengetahui ada acara kampanye paslon kepala daerah disitu.

“Saya tidak mengikuti selama kegiatan itu, saya hanya ingin mengambil baju alumni tahun 84 saja, lalu berfoto kemudian saya pulang. Karena saya berfikir ada ratusan orang dalam alumni 84 itu dan alumni kita itu solid dari tahun ke tahun,” tutup YMP. (rir)