Pilkada

Dinilai Langgar STTP, Bawaslu Bukittinggi Perintahkan Bongkar Tenda Pertemuan Paslon

Lokasi kampanye paslon Erman-Marfendi di Panganak

Bukittinggi – Setelah terjalin komunikasi yang cukup antara Ruzi Haryadi, Ketua Bawaslu dengan Abbas Penasehat Hukum Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Erman-Marfendi di Mapolres Bukittinggi akhirnya Tim Paslon Erman-Marfendi bersedia untuk membongkar sendiri tenda pertemuan untuk kampanye di jalan raya Taman Segitiga Mas Panganak, Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi.

 

Sebelumnya, saat berlangsung komunikasi di Mapolres Bukittinggi pada hari Selasa, (01/12) hadir diantaranya, Kabagops Kompol. P. Pane, Kasat Intel AKP. Bobi, Ketua Bawaslu Ruzi Haryadi, PH Erman-Marfendi, Abbas, Tim Erman-Marfendi, Dedi Chandra.

Ketua Bawaslu beri teguran tim paslon di Mapolres Bukittinggi

Menurut Ruzi, kegiatan kampanye calon walikota dan wakil walikota, Erman-Marfendi yang menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS) dinilai oleh Bawaslu berdasarkan laporan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) tidak sesuai dengan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

 

“Di STTP tertera kampanye berada di salah seorang rumah warga termasuk jumlahnya peserta kampanye maksimal 50 orang bahkan melanggar protokoler covid-19 juga, ada yang tidak pakai masker bahkan ada yang bawa anak-anak juga. Yang terjadi, tim paslon mendirikan tenda yang menggunakan fasilitas umum, di jalan raya sehingga menimbulkan banyak orang yang berkumpul dilokasi,” ujarnya.

 

Tentu hal ini masuk dalam kategori melanggar, lanjut Ruzi, yang sudah kita sampaikan dalam bentuk teguran bahkan kami minta untuk dipindahkan sesuai dengan STTP. Kami bukan melarang kegiatan kampanye namun kami minta untuk membongkar sendiri tenda yang menggunakan jalan raya.

 

Meskipun demikian, setelah kami tinjau langsung ke lokasi kampanye, tim paslon sudah bersedia, tim paslon koperatif untuk membongkar sendiri tenda yang menggunakan jalan raya.

Ketua Bawaslu Bukittinggi hadir di lokasi kampanye

Ketika ditanya oleh wartawan kepada Ketua Bawaslu Bukittinggi, apakah jika teguran sudah dilaksanakan apakah ada sanksi baru yang menyusul? Ruzi dengan tegas menjawab, “Kalau teguran dari pihak kami sudah dilaksanakan, maka permasalahan kami anggap selesai.” (rir)