Headline

Direktur RSAM Bantah Belum Ada Satu Pasien Positif Corona di RSAM Bukittinggi

Bukittinggi – Menindaklanjuti informasi yang beredar di media massa maupun di Whatapps Group terkait satu orang pasien terjangkit virus corona yang dirawat di Rumah Sakit Ahmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi adalah tidak benar. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur RSAM Bukittinggi, Khairul Said dan didampingi oleh Ketua Tim Pelaksana Penanganan Covid 19 RSAM Bukittinggi, Indra Sonny, usai menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari salah satu organisasi kemanusiaan diruang kerjanya, pada hari Kamis Siang, (26/03).

“Kita tidak pernah memberikan informasi tentang adanya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) telah positf terjangkit virus corona. Bahkan beredar di WA group informasi tentang perkembangan PDP RSAM Bukittinggi yang bersumber dari saya, semua itu tidak benar,” tegas Khairul.

Infomasi yang benar itu adalah, lanjut Khairul, selama dua minggu ini RSAM Bukittinggi telah aktif menjadi rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien dalam pengawasan virus corona. Sampai saat ini kita telah merawat sebanyak 16 orang pasien yang diduga terjangkit virus corona.

“4 orang diantaranya sudah sembuh secara klinis dan sudah kembali ke rumah masing-masing, 1 orang meninggal dunia yang tidak bisa kita selamatkan serta 11 orang pasien dalam pengawasan (PDP). Saat ini, yang 11 orang itu berada diruang isolasi.” ujarnya.

Tambah Khairul, terkait 16 orang tersebut, kita tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan apakah mereka betul-betul telah terjangkit virus corona. Hasil rontgen dan laboratorium pasien, harus kita kirim ke Tim Satgas Khusus Pusat Penanganan Covid 19 di Jakarta.

11 orang tersebut ada yang berasal dari berbagai kota, karena di RS M Jamil Padang penuh maka dirujuk ke sini. Ada pasien dari Padang, Limapuluh Kota, Tanah datar, Mandailing Natal dan pasien yang meninggal berasal dari Solok Selatan.

“Jadi perlu kita luruskan, untuk menetapkan pasien positif terjangkit virus corona yakni setelah ada hasil dari Tim Satgas Khusus Pusat Penanganan Corona Virus Disease (Covid)19 di Jakarta, dan kita tidak memiliki kewenangan untuk itu,” tutup Khairul. (Rizky)