Headline

Ditinggal Cerai Orangtua, Diduga Anak Dibawah Umur Disiksa Anggota Keluarga

ZM (baju corak hitam) didampingi Ustadz Abdul Somad

Bukittinggi – Telah terjadi kekerasaan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap seorang anak gadis ZM (korban) yang masih berusia 7 tahun diduga pelaku anggota keluarga korban.

 

Hal ini disampaikan Amrul Sutan Pono (58), Ketua RW 01 Sarojo, Kelurahan Campago Guguak Bulek, Mandiangin Koto Selayan, pada hari Selasa, (01/12), usai membuat laporan di Mapolres Bukittinggi dengan nomor: LP/290/K/XII/2020/SPKT.Res. Bukittinggi.

 

Amrul mengatakan, “Benar telah terjadi KDRT diwilayah saya di Sarojo terhadap korban selama tinggal dirumah. Pelaku diduga adalah anggota keluarga yang tinggal satu rumah.”

 

Kita sudah buat laporan polisi, namun yang melaporkan adalah Ketua RT dan didampingi saya selaku Ketua RW sebagai saksi pelapor. Awalnya, Pak RT mendapat laporan dari penjaga sekolah bahwa telah ditemukan seseorang anak yang jalannya pincang diduga korban kekerasan. Setelah Pak RT mengetahui laporan tersebut, langsung menemui si anak dan memeriksa tubuh si anak, ternyata ditemukan ada lebam dari benda tumpul dan bekas luka dari benda tajam disekujur tubuhnya.

 

Setelah itu, Pak RT melaporkan hal itu ke saya selaku Ketua RW, setelah saya cek, langsung saya bawa ke rumah saya untuk diberikan pertolongan pertama agar bisa memulihkan kesehatan fisik dan mental si anak.

 

Setelah itu, saya berkordinasi dengan pihak babinkamtibmas kemudian kami bawa anak tersebut ke rumah sakit untuk di Visum. Korban tinggal serumah bersama kakak laki-laki, usia 8 tahun, nenek dan tantenya (saudari ayah korban).

 

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, orangtua korban sudah bercerai (Ayah dan Ibu sudah berpisah hidup) namun tidak tinggal serumah dengan korban. Lalu info dari pihak si kakak, salah seorang anggota keluarga sering melakukan tindak kekerasan terhadap korban termasuk kakaknya.

 

Menanggapi hal tersebut, kami berkordinasi dan minta tolong dengan tim penasehat hukum Erman Safar dan akhirnya kami langsung buat laporan ke Polres Bukittinggi.

 

Sementara itu, saat dikonfirmasi dengan Penasehat Hukum Korban, Abbas mengatakan, “Baru saja kita usai mendampingi pelapor terkait dugaan tindak pidana KDRT. Saat ini, kondisi si korban sudah diberi pertolongan dan sudah keluar dari rumah sakit namun kita selamatkan dahulu ditempat yang lebih aman, nyaman, termasuk kakaknya, yang jelas untuk sementara tidak tinggal serumah dengan neneknya.”

 

Mengetahui kejadian tersebut, Ustadz Abdul Somad yang kebetulan masih berada di Bukittinggi, menyempatkan diri untuk melihat kondisi si korban dan kakak korban. (rir)