Headline

Donny Moenek – Mahyeldi Saling Lempar Pujian

 

Padang – Dua nama yang sedang hangat disorot publik untuk maju sebagai Gubernur Sumatera Barat pada Pilkada 2020 bersua dalam sebuah acara. Sekjen DPD RI DR. Drs. Reydonnyzar Moenek, M.Devt.M atau yang akrab disapa Donny Moenek bersua dengan Wali Kota Padang H. Mahyeldi, S.P yang kerap disapa Buya Mahyeldi dalam diskusi literasi dengan tema “Good Governance Pengelolaan Keuangan Daerah” di Aula Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Andalas (Kampus Merah), Padang. (10/12)
Kedua tokoh Sumatera Barat tersebut menjadi narasumber dalam kegiatan yang dihelat Perpustakaan DPD RI dengan Fakultas Hukum Universitas Andalas.
Yang menarik, kedua tokoh yang digadang-gadang maju sebagai Gubernur Sumbar 2020-2025 tersebut saling bernostalgia dan melempar pujian.
“Saya teringat,” kata Buya Mahyeldi, “Oktober 2015, sewaktu Kota Padang menjadi tuan rumah penyelenggaraan IORA, Indian Ocean Rim Association, sebuah ajang internasional yang digelar Kementerian Luar Negeri. Mendekati hari H, ada simpang siur pemberitaan karena kabut asap sudah masuk Sumbar. Namun, berkat respon cepat Pak Donny yang menjadi Pj Gubernur Sumbar waktu itu, maka akhirnya acara tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya.”
Wali Kota Mahyeldi merasa lega lantaran Pj Gubernur Sumbar Donny Moenek waktu itu langsung menelpon menteri luar negeri. Sehingga acara tetap berlangsung sukses, “banyaknya pejabat dan tamu dari kementerian luar negeri yang berasal dari Negara-negara di sekitaran Samudera Hindia maka akhirnya kepercayaan wisatawan akan keamanan dan kenyamanan di Padang dapat dijaga. Itulah momentum hingga orang-orang tetap ramai datang ke Padang hingga sekarang. Terima kasih Pak Donny.” ungkap Wali Kota Padang Mahyeldi.
Donny Moenek di tengah paparannya menangapi pujian Buya Mahyeldi, “Saya melakukan itu juga karena koordinasi baik yang dilakukan oleh Pak Wali Kota. Apa yang saya katakan ke Ibu Menteri Luar Negeri waktu itu juga atas respon cepat Pak Wali Kota melaporkan kondisi lapangan yang ada. Saya hanya bilang ke Ibu Menteri, “Ibu, kebakaran hutan itu tidak terjadi di Sumatera Barat, Namun apakah adil bila penyelenggaraan IORA yang telah dipersipkan jauh-jauh hari dibatalkan karena asap itu masuk ke Sumatera Barat?, Kalau dibatalkan, maka dampaknya lebih buruk lagi dari kabut asap itu, tingkat hunian hotel akan turun, wisatawan juga jadi takut datang ke Padang, apa ini tidak menjadi preseden buruk bagi Sumbar? Akhirnya dengan sedikit meyakinkan Ibu Menteri, akan jaminan keamanan dan kenyamanan para tamu Negara tersebut, maka akhirnya seperti dikatakan oleh Pak Wali Kota Padang tadi, IORA dapat berlangsung sukses, semua punya andil untuk kesuksesannya, termasuk Pak Wali Kota Padang sebagai tuan rumah,” ujar Donny balas memuji.
Sebagaimana diketahui, pertemuan tingkat menteri negara-negara IORA tersebut berlangsung pada 20-23 Oktober 2015 dengan kabut asap yang sudah menipis. Pejabat dari kementerian luar negeri dari sejumlah negara yang berada di tepian samudera hindia turut hadir seperti Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Bangladesh, India, Sri Lanka, Iran, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, Kenya, Tanzania, Mozambik, Afrika Selatan, Uni Komoros, Madagaskar, Seychelles, dan Mauritius.