Headline

Dua Orang sopir Angkot Babak Belur Dihajar Massa

PADANG – Seorang supir angkot jurusan Pasar Raya – Belimbing, Kota Padang, babak belur dihajar massa di Jalan Tan Malaka, Sabtu (3/2/2018) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Pasalnya, sopir angkot bernama Andra Panca (20) itu, telah melakukan pelecehan seksual terhadap penumpangnya yang merupakan seorang siswi SMK di Kota Padang berinisial SSA (14).

Beruntung siswi kelas I itu nekat melompat dari atas angkot yang saat itu dikendarai rekan pelaku bernama Rahmat Hidayat (14), sehingga pelaku pun langsung dihajar massa.

“Pelaku dihajar setelah korban berhasil melompat, lalu berteriak bahwa dia dilecehkan pelaku di atas angkot yang ditumpanginya,” kata Kanit PPA Polresta Padang, Iptu Rozsa Rezki Febrian, Sabtu siang.

Saat massa menghakimi pelaku, lanjut Rosza, petugas Pol PP Padang yang saat itu berada di lokasi kejadian, segera mengamankan pelaku dari amukan massa, termasuk rekan pelaku yang mengemudikan mobil angkot yang ditumpangi korban.

Setelah diamankan petugas penegak Perda tersebut, pelaku dan rekannya kemudian dibawa ke Mapolresta Padang untuk diperiksa, begitu juga dengan korban untuk dimintai keteragannya oleh penyidik terkait kasus pelecehan seksual tersebut.

Saat ini, pelaku termasuk rekannya masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik PPA. Jika terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap korban yang masih di bawah umur, maka pelaku dikenakan UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Jika terbukti, maka pasal yang disangkakan, yaitu pasal 76 D junto pasal 81 ayat 2 junto pasal 76 E junto pasal 82 UU RI nomor 35 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara,” ujar Rosza.

Sementara itu, korban mengaku bahwa pelecehan itu terjadi di atas angkot. Saat itu, penumpang yang ada di angkot hanya dia seorang. Kemudian pelaku menghubungi temannya yang juga seorang sopir angkot melalui handphone.

Setelah itu, pelaku dan temannya bertemu di Jalan A Yani. Lalu, pelakupun menyuruh temannya untuk mengemudikan angkot yang dikendarainya, dan pelaku pun pindah ke kursi penumpang di bagian belakang.

“Pelaku dan rekannya bekerjasama. Itu terlihat ketika banyak penumpang yang menyetop angkot, tapi rekan pelaku tak mau menghentikan angkot yang dikemudikannya,” terang korban di Mapolresta Padang.

Di atas angkot, lanjut korban, pelaku awalnya meminta nomor handhone. Setelah tak diberikan, tangan pelaku pun kemudian mengerayang ke bagian badannya. Korban sempat menolak, tapi pelaku pun tak menghiraukannya.

“Pelaku memasukkan tangannya ke dalam rok saya hingga kebagian paha. Saya sempat menolak namun pelaku tetap melakukan, hingga akhirnya saya nekat melompat melalui pintu angkot,” pungkas korban.(*)