kemendes

Duta Bahasa Sumbar, Berhasil Meraih Predikat Terbaik II Duta Bahasa Nasional 2017

DETAKSUMBAR.COM,JAKARTA,Pasangan Duta Bahasa Sumbar, Puja Ajunda dan Khairunnisa Nabila berhasil meraih predikat Terbaik II Duta Bahasa Nasional 2017, berlangsung di Hotel Santika TMII Jakarta, Jumat malam (18/8).

Dalam lomba yang digelar sejak tanggal 15-18 Agustus 2017 dan diikuti utusan dari 31 provinsi di Indonesia itu, berlangsung mendebarkan karena nilai  antara terbaik I dan II cukup ketat.

“Iya, nilai kami dengan peraih predikat Terbaik I Duta Bahasa Indonesia hanya berjarak 0,02 saja,” tutur Uni Duta Bahasa Sumbar, Khairunnisa Nabila usai diselempangkan Samir Predikat II Duta Bahasa Nasional 2017 kepada dirinya, Jumat malam (18/8).

Keluar sebagai Terbaik I Duta Bahasa Nasional adalah Duta Bahasa D.I.Yogyakarta dengan total nilai 77,18, Terbaik II: Duta Bahasa Sumbar dengan total nilai 77,16 dan Terbaik III disabet Duta Bahasa Bali dengan total nilai 77,01.

Khairunnisa Nabila usai menerima hadiah, mengaku sangat puas dengan hasil yang diperolehnya. Untuk itu, alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad yang juga penyiar TVRI Padang ini tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para sponsor yang telah membantu, baik moril maupun materil.

Diantara sponsor itu antara lain Batik Collection Jakarta yang telah menajai (mensponsori) batik hijau yang sangat memukau, Ilham Toid Padang yang telah menajai baju adat modifikasi yang luar biasa indah, Kemilau Minang Jakarta yang juga mensponsori baju adat minang dan juga Fede Pesta.

“Kemudian juga Wakil Ketua DPRD. Padang, Om Wahyu Iramana Putra yang sejak awal selalu menanyakan apalagi yang nisa perlukan. Perhatian seperti itu sangat memberikan semangat buat Nisa,” ujar sulung dari tiga bersaudara ini.

Kemudian tak lupa juga Nisa mengucapkan terima kasih kepada Christine Hakim yang telah mengirimkan 30 kantong keripik untuk dinikmati bersama panitia dan peserta di Jakarta disertai dua pakaian batik, guru-guru SMAN 3 Padang dan seluruh ikatan alumninya, Universitas Andalas serta seluruh pihak yang selalu mendoakan dan tidak bisa disebut satu persatu. (*)