Headline

Ekos: Pers Bisa Tentukan Pemimpin Masa Depan

Detaksumbar.com-Jakarta,-Sumatera Barat selama ini dominan mengandalkan kucuran anggaran APBN, baik dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).

Hal itu diungkapkan Ekos Albar dalam diskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi media cetak, online dan elektronik yang tergabung dalam Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Kamis (20/2) di Hotel Balairung, Jakarta.

Menjelang 23 September 2020 masih ada waktu untuk mencari pemimpin yang out of the box yang bisa meningkatkan perekonomian dan ketertinggalan dari daerah tetangga.

“Pemimpin Sumbar ke depan harus melihat keluar. Karena, dengan kondisi yang ada sekarang, Sumbar tidak bisa dipimpin oleh pemimpin yang birokratis dan normatif” ujar Ekos putra kelahiran Balai Gurah, Baso, Kabupaten Agam

Kita berharap pemimpin 5 tahun kedepan  berasal dari kalangan enterpreneur. Dan peran media sangat menentukan pembangunan dan ketertinggalan dengan daerah lain.

“Kalaupun terdapat pemimpin yang berasal dari kalangan birokratis, maka harus dikombinasikan. Ada yang mengurus ke dalam, ada yang fokus ke luar,” ungkap Ekos.

“Peran pers sangat menentukan agar masyarakat punya pemahaman terhadap calon pemimpin yang akan mereka pilih. Sekaligus mengubah mindset masyarakat agar pemimpin Sumbar ke depan, benar benar sesuai kebutuhan Sumbar,” ujarnya.

Di mata Ekos, media sangat strategis dalam membranding tokoh-tokoh yang telah melalui kajian dinilai mampu membawa perubahan bagi Sumbar ke depan. Media punya peluang menentukan pemimpin terbaik, tentunya dilandasi niat tulus untuk daerah.

“Kita contohkan saja Jokowi, bagaimana dari seorang Walikota, hanya dalam waktu yang tak sampai satu periode kepemimpinan bisa jadi presiden, Ini peran media,” tegas Ekos.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar, HM Nurnas harus  diakui bahwa untuk mengubah mindset masyarakat terhadap kebutuhan pemimpin ke depan, tidaklah semudah membalik telapak tangan.

“Karena itu, media harus secara terus menerus memberikan informasi yang baik dan jelas sehingga terbentuk pola pikir masyarakat yang positif bagi kemajuan Sumbar,” ujar HM Nurnas yang juga Pembina JPS.

Ditambahkan Ekos, sebenarnya banyak perantau perantau minang yang hebat di luar Sumbar, tapi terkesan kurang perhatian kampung halamannya. Faktornya, sebenarnya bukan mereka tidak cinta kampung halaman, Tapi karena tidak dihimbau pulang.

“Saya melihat begitu. Perantau yang hebat hebat itu tidak diajak pulang, tidak dihimbau. Saya yakin, kalau diajak mereka akan mau terlibat,” Tutup Ekos.