Pilkada

Eri Vatria: Bagaimana Bawaslu Tindak Lanjuti, Tidak Ada Saksi Peristiwa Dalam Rekaman?

Eri Vatria, Komisioner Bawaslu Bukittinggi

Bukittinggi – Menanggapi terkait adanya rekaman audio yang beredar, diduga pihak Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Bukittinggi berpihak kepada salah satu bakal pasangan calon kepala daerah, pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi menyatakan bahwa rekaman tersebut sudah diterima dari pelapor.

Hal tersebut dikatakan oleh Eri Vatria, salah seorang Komisioner Bawaslu Bukittinggi usai melaksanakan Rapat Kordinasi dengan pihak Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, disalah satu Hotel di Kota Bukittinggi, pada hari Senin, (24/08). Menurut Eri, “Bawaslu juga sudah menjadikan hal tersebut sebagai informasi awal untuk dijadikan sebuah temuan. Bagi Bawaslu, adanya informasi awal terkait dugaan pelanggaran pidana pemilu tentu harus memenuhi syarat formil dan materil.”

Bawaslu telah melakukan penelusuran ke beberapa pihak terkait rekaman audio tersebut. Tidak ada orang atau saksi peristiwa yang membuktikan bahwa kegiatan (dalam isi rekaman) itu ada, kemudian tidak ada orang yang bersaksi bahwa dia yang merekam dan dia hadir dalam peristiwa itu sehingga syarat materil atas laporan tersebut tidak terpenuhi.

Lanjut Eri, atas laporan yang masuk, tidak ada saksi peristiwa, bagaimana itu untuk dijadikan temuan? Makanya Bawaslu menyatakan laporan tersebut tidak memenuhi syarat materil.

“Untuk memenuhi syarat formil, sejak 7 hari sampai batas akhir laporan dugaan pidana pemilu diterima, Bawaslu tidak menemukan saksi-saksi peristiwa. Sampai saat ini tdak ada lagi penelusuran, maka Bawaslu memutuskan tidak memenuhi syarat formil dan materil,” katanya.

Namun demikian, Bawaslu akan tetap tindak lanjuti jika ada informasi baru terkait saksi dalam kasus ini, Bawaslu membuka peluang untuk menerima laporan masyarakat dan menindak lanjuti penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku.

Ketika ditanya wartawan, siapa saja orang yang telah dijadikan saksi-saksi saat Bawaslu melakukan penelusuran, Eri Vatria menjawab, “Ada sebanyak 5 orang saksi yang kita minta keterangan. Semuanya dari pihak Pemko Bukittinggi. Saksi yang dipanggil menyatakan tidak tau-menahu tentang rekaman itu. Tidak tau itu suara siapa, tidak kenal, bagaimana kita menindak lanjutinya?”

Dalam lokasi yang sama, Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Vifner menambahkan bahwa pada prinsipnya kita akan menindak lanjuti terhadap laporan dugaan pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan oleh pasangan calon atau ASN yang berpihak kepada pasangan calon kepala daerah. Untuk melakukan penindakan, tentu Bawaslu harus sesuai peraturan yang berlaku apakah laporan tersebut memenuhi unsur formil dan materilnya. Kalau masalah teknisnya, tentu kawan-kawan di Bawaslu Bukittinggi yang lebih paham.

Melwizardi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi

Sementara itu ditempat terpisah, disela-sela kegiatannya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi, Melwizardi yang sempat dijadikan saksi dalam penyelidikan Bawaslu terkait isi rekaman yang beredar mengatakan, “Saya tidak tau, bagaimana saya menjawab terhadap sesuatu yang saya tidak tau, sudah saya jawab saat dipanggil oleh Bawaslu sebelumnya. Saya dipanggil sebagai Kepala Dinas terkait netralitas. Kalau masalah terkait rumor yang berkembang, ya silahkan saja.” (rir)