Pilkada

Erman Safar, Tim Srikandi DPD Partai Gerindra Provinsi Sumbar Gelar Blusukan dan Aksi Peduli Kesehatan

Bukittinggi – Erman Safar dan Tim Calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi, Erman Safar-Marfendi bersama Tim Srikandi DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) serta Tim medis melakukan kegiatan blusukan dan Aksi Peduli Kesehatan di Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, pada hari Minggu siang, (15/11).

Kegiatan blusukan dan aksi peduli kesehatan tersebut merupakan aksi nyata Partai Gerindra di Provinsi Sumbar yang akan berlangsung hingga masa kampanye di Sumbar. “Hari pertama kami lakukan kemarin, di daerah Kambang, Pesisir Selatan dan hari di Kota Bukittinggi. Tim medis aksi peduli kesehatan ini terdiri dari 5 orang dan didukung kurang lebih 10 orang tim Srikandi dengan jumlah total tim 30 orang,” ucap Evi Yandri Rajo Budiman, Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar.

Kegiatan berlangsung pada pagi hari di lapangan kantin dalam bentuk pemeriksaan kesehatan gratis dan sarapan gratis yang juga didukung oleh Relawan Nasrul Abit-Indra Catri yang berposko di Restoran Sabana dan Tim Calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi Erman Safar-Marfendi, lanjut Evi.

Sementara itu, kata Erman Safar, “Hari ini kita melakukan blusukan ke wilayah Tarok Dipo yang disupport oleh DPD Partai Gerindra Provinsi Sumbar sekaligus melakuan aksi peduli kesehatan. Kegiatan yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya. Pagi tadi kegiatan aksi ini berlangsung di lapangan kantin dan dilanjutkan di Kelurahan Tarok Dipo.”

Disela-sela kegiatan, dr. May Happy MM, Tim medis Srikandi DPD Partai Gerindra Provinsi Sumbar mengatakan, “Untuk pemeriksaan di daerah kambang, pesisir selatan rata-rata ditemukan penyakit kulit dan asam urat sementara untuk kota Bukittinggi tensi tinggi dan kolesterol mungkin karena banyak makan yang bersantan.”

Selain itu menurut drg. Wati, bagian dari tim medis Srikandi DPD Partai Gerindra Provinsi Sumbar menambahkan, target kegiatannya kami juga untuk meminimalisir pandemi covid-19 dengan memeriksa suhu badan dan tensi darah. Namun selama 2 hari ini tidak ada kita temukan pasien yang diduga atau ada gejala penyakit covid-19.

“Rata-rata yang kita temukan adalah penyakit sistemik, yakni gula darah tinggi, biasanya karena banyak nasi. Saran saya kepada masyarakat lebih baik perbaiki pola makan, dengan mengurangi makan nasi yang dikombinasi dengan buah dan sayur,” tutup Wati. (rir)