Headline

Fakhrizal: Tidak Selamat Saya Dunia dan Akhirat, Jika ‘Bermain’ dari Kasus Lehar

PADANG – Calon Gubernur Sumbar bernomor urut 3 Irjen Pol (P) Drs H Fakhrizal MHum mengeluarkan pernyataan terbuka tentang satu kasus tanah di Padang yang pernah ditanganinya saat masih menjabat Kapolda Sumbar sekaligus memberikan klarifikasi dan menegaskan tidak ambil keuntungan dari kasus tersebut.

“Demi Allah, tidak selamat saya dunia dan akhirat jika ada ‘bermain’ dalam kasus tanah Maboet (Lehar, red). Tujuan saya hanya supaya sengketa tanah tersebut selesai,” kata Fakhrizal di Padang, Jumat (9/10).

Pernyataan  ini disampaikan Purnawirawan Jenderal Polisi Bintang Dua ini dihadapan kawan satu alumninya di SMAN 2 Padang. Hari itu Fakhrizal diminta datang untuk menerima masukan dari teman alumninya. Fakhrizal adalah tamatan tahun 1982 dan kemudian lulus Akbri Kepolisian pada tahun 1986.

Bersamaan dengan acara reunian itu, Alumni SMAN 2 Padang juga memperkenalkan posko baru di Jalan Raden Saleh, Padang. Posko ini dibuat guna mendukung pemenangan Fakhrizal bersama wakilnya Drs Genius Umar, SSos, Msi di Pilgub Sumbar.

Fakhrizal dalam pertemuan itu banyak menjelaskan dan meluruskan sejumlah informasi keliru yang diembuskan pihak tertentu saat dirinya masih bertugas sebagai Kapolda Sumbar sejak 2017 hingga 2019 lalu.

Salah satunya adalah kasus tanah Lehar di kawasan By Pass Koto Tangah Padang. Dalam kasus ini Fakhrizal dinilai berpihak kepada Lehar, yang dianggap pihak lain sebagai mafia tanah seluas 765 Ha tersebut.

Setelah tidak jadi kapolda dan kemudian menjadi calon gubernur, Fakhrizal mengaku masih mendengar selentingan yang ditujukan kepada dirinya bahwa saat menangani kasus tanah tersebut dirinya ada mengambil keuntungan pribadi.

“Di depan teman teman hari ini saya bersumpah. Demi Allah, tidak selamat saya dunia dan akhirat, apabila ada bermain dan mengambil keuntungan dalam kasus tersebut. Tidak ada satu sen, atau satu meter pun saya terima dari kasus itu. Jika ada yang menuduh saya seperti itu, bohong besar,” kata Fakhrizal dengan tegas.

Fakhrizal mengaku kecewa dengan adanya tudingan kalangan tertentu terhadap dirinya dalam kasus tanah tersebut. Padahal tujuannya baik, bagaimana kasus tanah tersebut dapat diselesaikan.

Sebagai tanggungjawab moralnya atas tanah tersebut, Fakhrizal mengaku telah menjernihkan soal itu kepada ninik mamak Koto Tangah yang terkait dengan sengketa tanah Lehar tersebut beberapa hari lalu.

“Dan saya juga telah berjanji kepada para ninik mamak akan mengembalikan sebagian tanah tersebut kepada nagari, sebab di dalam tanah bersengketa itu memang terdapat tanah nagari,” papar Fakhrizal

Pada kesempatan itu, Fakhrizal juga menjelaskan visi kerjanya sebagai Kapolda Sumbar dulu. Pada dasarnya, kata Fakhrizal, dia menerima penugasan ke Sumbar adalah untuk mengabdi ke kampung halaman, sekaligus dapat membantu menyelesaikan kasus hukum yang menimpa masyarakat lemah.

Tanpa ingin menyebut nyebut hasil kerjanya membela rakyat lemah, Fakhrizal menyebut sejumlah kasus hukum yang menggantung di Polda Sumbar bertahun tahun berhasil dia selesaikan dan sama sekali tidak ada mengambil pamrih.

“Tidak pernah satu perak pun saya mengambil hak orang yang saya bantu kasusnya. Silahkan tanya dan silahkan chek,” kata Fakhrizal.

Purnawiran Jenderal polisi bintang dua ini menegaskan bahwa selama menjadi kapolda Sumbar, dia memang ada menindak sejumlah pengusaha tetapi itu dilakukannya karena yang bersangkutan bersalah dan itu diakui yang bersangkutan kepada dirinya.

“Lantas karena melakukan penindakan lalu saya dikait kaitkan dengan berbagai tuduhan palsu. Janganlah, ingat jugalah hal positif yang pernah saya lakukan saat masih berdinas,” ujar Fakhrizal.

Dia berharap kalangan tertentu bersikap positif dalam memandang perjuangannya menjadi cagub Sumbar. Jika tidak bisa membantu, kata Fakhrizal jangan pula membuang buang ‘kecek tak benar’ kemana mana, sebab itu tidak baik.

Fakhrizal menyampaikan maksudnya maju dalam pencalonan gubernur semata mencari tempat yang lebih luas untuk mengabdi kepada masyarakat dan daerah Sumbar.

“Dan harus dilihat dari sisi yang objektif bahwa Sumbar membutuhkan model pemimpin pemersatu dalam pembangunannya ke depan. Untuk itu tolong bantu saya mewujudkan semua harapan baik ini,” kata Fakhrizal yang disambut aplaus tak terputus dari kawan kawan alumni SMA 2 Padangnya.(*)