Headline

Getaran Nuklir Korea Utara sampai ke Sumbar

Ilustrasi

DETAKSUMBAR.COM- Kepala Stasiun Geofisika Kelas I, Padang Panjang, Sumatera Barat, Rahmat Triyono mengatakan, sinyal pengujian bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara ternyata tertangkap alat seismograph.

sebelumnya, pemerintah Korea Utara mengakui telah melakukan uji coba bom hidrogen yang menghasilkan gempa berkekuatan 6,2 skala richter. Saking besarnya kekuatan ledakan hingga getarannya terasa hingga ke wilayah Sumbar khususnya Indonesia.

Indikasi ledakan bom hidrogen Korea Utara itu, terjadi pada pukul 10.29 WIB, yang kemudian tercacat di seismograph pukul 10.38 WIB. Pusat getaran, terpantau di wilayah Kirju, Timur Laut Korea Utara, dengan getaran kuat selama 30 detik dan perlahan berkurang hingga berdurasi empat menit.

“Indikasi getaran yang diduga kuat dipicu oleh aktifitas uji coba senjata itu, dapat dibedakan dari bentuk sinyal yang tertangkap. Jika sinyal akibat gempa maka akan terlihat adanya gelombang sekunder. Sementara, sinyal bom hidrogen tidak muncul gelombang sekundernya.” Kata Rahmat.

“Untuk hasil analisa otomatis BMKG Padang Panjang terpantau kedalaman sekitar 10 km, nanti kita akan coba analisa manual dulu untuk hasil yang sebenarnya,” ujar Rahmat. (*)