Headline

H Armawi Koto: Masyarakat Sumbar Menantikan Calon Independen dari Calon Parpol

Detaksumbar.com- Jakarta, Tokoh masyarakat Pariaman yang masih aktif membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat Sumatra Barat baik di kampung maupun di rantau, H. Armawi atau yang populer dengan sebuta Ajo Dewa atau Suhu, menilai bahwa pasangan calon jalur perseorangan (independen) berpeluang besar memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Sumbar 2020.

Hal itu diungkapkan Orang dekat mantan Presiden Soeharto ini setelah mencermati peta Pilgub Sumatra Barat dimana sejumlah bakal calon sudah mengapung seperti Irjen Pol Drs H Fakhrizal, Mulyadi, Mahyeldi Ansharullah, Nasrul Abit, Reydonnyzar Moenek, Indra Catri dan terakhir Syamsu Jalal yang juga akan meretas jalur independen bersama Aldi Thaher.

Sementara Irjen Fakhrizal yang jauh lebih dulu tampil dari jalur independen, berpasangan dengan Walikota Pariaman Genius Umar.

Sosok Ajo Dewa, sampai kini masih diterima sebagai perekat hubungan lembaga kemasyarakatan dan pribadi antar tokoh tertentu, tidak saja di kalangan masyarakat Padang Pariaman dan Pariaman tetapi hampir di semua kabupaten dan kota di Sumatra Barat.
Ajo Dewa memang sering tampil dalam peristiwa pemilihan kepala daerah, khususnya di kabupaten dan kota di Sumbar. Kini di Pilgub Sumbar dia juga banyak dimintakan pandangannya tentang siapa calon yang paling berpeluang maju dan menang.

Ajo Dewa banyak ditanya tentang peta politik calon, karena dia memiliki kemampuan lain yang tidak dimiliki oleh orang lain, yakni kemampuan melihat apakah seseorang itu punya kans menjadi pemenang atau tidak.

Dalam bahasa Ilahiahnya Ajo Dewa bisa melihat dan membaca kitab Lauh Mahfuzh yang disitu sudah tersurat apakah seseorang itu bisa menjadi bupati atau gubernur atau tidak.

Lalu, seperti apa masa depan Cagub Sumbar? Ajo Dewa alias Suhu belum berkenan menyebut nama. Tetapi dia lebih cenderung menganalisis kecenderungan pemilih yang sebelumnya terbelah oleh Pilpres.

Menurutnya, pemilih di Sumbar juga telah membuat sikap dengan perubahan mendasar di tingkat partai pendukung capres. Artinya ada nuansa ketidakpuasan atas keputusan politik tertentu yang dibuat calon presiden dari partai Gerindra saat Pilpres sudah usai. Masyarakat juga sudah menilai dengan tepat era kepemimpinan Irwan Prajitno selama sepuluh tahun terakhir dengan plus minusnya.

“Besar kemungkinan masyarakat Sumbar akan lebih memilih calon gubernur dari jalur independen yang lebih siap. Sebab hanya melalui jalur independen itulah kegelisahan dan ketidakpuasan pemilih itu bisa tersalurkan,” ungkap Ajo Dewa menyimpulkan.

Mengingat ada bakal calon pasangan jalur independen lain yakni Syamsu Jalal – Aldi Taher, mana masyarakat Sumbar lebih memercayai pilihannya. Sampai disini Ajo Armawi Koto memperlihatkan senyum politisnya dan kemudian menyebutkan satu nama dengan suara rendah, “Jenderal Polisi”.

Ajo Armawi Koto menimpali alasannya bahwa Irjen Pol Fakhrizal sudah lebih dahulu berbuat di Sumatra Barat. Selama tiga tahun menjadi Kapolda Sumbar Fakhrizal telah meninggalkan kenangan tugas yang tidak bisa dilupakan anak buahnya dan masyarakat. Itu terbukti dengan banyaknya massa yang menghantarkannya ke Bandara BIM saat akan meninggalkan Ranah Minang.
“Kini dengan kesiapannya maju menjadi Calon Gubernur Sumbar, langkah Fakhrizal sudah dinantikan oleh masyarakat untuk dipilih menjadi Gubernur Sumbar yang akan datang,” tegas Ajo Dewa.

Ajo Dewa juga mentamsilkan Pasangan Fakhrizal dan Genius ini sebagai kolaborasi Harimau Agam dengan Harimau Pinago Pariaman yang akan mengawal Gunuang Merapi dan Singgalang.