Headline

Imunisasi MR di SDN 12 Muntei Berlangsung Tanpa Pertimbangan Aspek Halal

Detaksumbar.com- Kepala Sekolah Dasar Negeri 12 Muntei, Netty Anwar, S.P.d SD menolak permohonan lisan guru agama islam SDN 12 Muntei, Portito S.Pd.I untuk menunda pelaksanaan imunisasi Measles Rubella oleh Petugas Puskesmas Muara Siberut bagi siswa-siswi muslim di SDN 12 Muntei, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai. (20/08)

Menurut Tito, “Sekolah dan Puskesmas harus mempertimbangkan Surat Edaran MUI Propinsi Sumbar dan Menkes RI yang dibawanya tentang pelaksanaan Imunisasi MR.”

Eeh… malah saya diusir dari sekolah, lanjut Tito mengulangi ucapan Kepsek SDN 12 Muntei. “Saya Kepala Sekolah disini, kalau Bapak tidak setuju dengan perintah saya silahkan Bapak keluar atau kembali ke ruang kelas untuk mengajar!” Padahal edaran tersebut intinya berisi memberikan kesempatan bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek syar’i untuk menunggu terbitnya fatwa MUI tentang pelaksanaan imunisasi MR. Tetapi bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar’i tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan teknis. Intinya kehalalan vaksin masih dipertanyakan.

Penolakan permohonan lisan tersebut berujung dengan pelaksanaan imunisasi MR terhadap semua siswa siswi muslim tanpa mempertimbangkan aspek tersebut oleh Kepala Sekolah dan petugas puskesmas. Padahal tambah Tito, “Pagi sebelum pelaksanaan imunisasi di SDN 12 Muntei, saya sudah meminta mediasi kepada Kepala Puskesmas Muara Siberut, Juniati Gulo. SKM agar ditunda pelaksanaan imunisasi MR ini bagi siswa siswi muslim dengan pertimbangan aspek syar’i.”

Namun yang terjadi, pelaksanaan imunisasi MR di SDN 12 Muntei tetap berlangsung. “Saya sebagai guru agama islam disekolah itu justru mendapat Surat Peringatan Pertama karena dianggap menghalang halangi program kerja pemerintah.” ucap Tito.

Menanggapi hal tersebut, Sawarin (39) orangtua 3 orang siswi di SDN 12 Muntei mengatakan, “Saya merasa ditipu oleh program Imunisasi ini. Jika pelaksanaan Imunisasi MR ini harus mempertimbangkan aspek syar’i, atas himbauan MUI dan Menkes RI mengapa pihak sekolah dan puskesmas tidak memberikan arahan dulu bagi kami orangtua murid umat muslim.”

Awalnya saya percaya saja dengan program imunisasi, karena saya anggap program imunisasi ini program imunisasi biasa yang kami anggap bagus untuk kesehatan anak-anak kami. Namun setelah diketahui bahwa ada Surat Edaran dari MUI Sumbar dan Menkes RI tentang imunisasi MR ini masih perlu dipertanyakan kehalalan vaksinnya. tutup Sawarin.(Rizki)