Parlemen

Ini Sosok Polisi Inspitatif Pendiri Ponpes Darul Ulum Al-Falah

Detaksumbar- Beragam pengalaman didapat saat mengikuti pendistribusian bantuan alat kesehatan ke sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Agam. Namun paling berkesan berakhir di Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Falah di Jalan lintas Pasaman-Bukittinggi, Kecamatan Palupuah.

Pendirinya seorang Polisi Senior Komandan Sentral Pelayanan Polsek Palupuah, bernama Aiptu Defri Aziz (54). Sumando Rang Agam kelahiran Lintau Buo, Tanah Datar ini mendapat hijrah setelah menikahi seorang wanita kelahiran Kamang Mudiak bernama Usratul Hasanah. Pertemuan disaat mendapat pendidikan agama Islam di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Desa Temboro Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur tahun 2003.

Setelah berhasil menikahi Usratul Hasanah, sempat pula bertugas ke di Polres Pesisir Selatan, tepatnya di Lunang. Di sana, Istrinya sempat memgabdikan diri dan mengaplikasikan ilmu Agama Islam di Pondok Pesantren An Nur Lunang.

“Hidayah ini mengantarkan saya bertemu dengan istri soleha dan membawa kepada kebaikan. Alhamdulillah, kami juga sempat melakukan pembinaan kepada saudara kita sesama umat muslimin di Mentawai,” ungkapnya.

Selepas tugas di Pesisir Selatan berlanjut ke Mentawai, Defri Aziz kembali mendapat amanah bertugas ke Polres Bukittinggi. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sebaik-baik gagasan dan amalan.

Setelah melalui perjalanan dan pengalaman itu, terlahirlah dalam fikiran kami untuk membangun pondok pesantren. Kami yang telah memiliki ilmu managemen dan tata pengelolaan, tentu memiliki impian. Alhamdulillah, impian itu pun terwujud tidak lama setelah pindah tugas ke Polres Bukittinggi,” terangnya.

Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Falah dibangun tahun 2004. Sebelumnya berlokasi di gedung lama di kawasan Gadut, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Karena pengembangan dan peningkatan luas pendidikan, terpaksa pindah di lahan seluas 8,5 hektare di Nagari Palupuah Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah.

Di lokasi baru ini juga di buka santri khusus untuk anak perempuan, sebelumnya hanya untuk anak laki-laki. Alhamdulillah, jumlah satri sudah mencapai 150 orang anak didik. Berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan daerah tetangga. Di mulai dari umur 8 tahun atau setingkat kelas 4 sekolah dasar,” ulasnya.

Sudah milyaran rupiah uang telah dikucurkan untuk pembangunan masjid dan asrama. Dan masih membutuhkan biaya milyaran rupiah lagi jika pembangunan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Falah tersebut.

“Ya, tentu saya sangat bersyukur jika ada dukungan pihak pemerintah dan dermawan. Membantu percepatan pembangunan anak-anak calon generasi muslimin dan muslimah terbaik ini. Seperti yang disalurkan PWI Kabupaten Agam hari ini. Menyalurkan Alat Kesehatan dari Pemerintah Pusat berupa ratusan masker, vitamin C, 5 unit alat penyemprot disinfektan bearers 5 kotak obat disinfektan,” tutupnya. (*)