Headline

IP: Rendang Makanan Terlezat Didunia

DETAKSUMBAR.COM—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno, didampingi Ketua Dekranasda  Nefi Irwan Prayitno serta sejumlah pejabat dari Kemenperind, meresmikan stand pameran UMKM Sumbar pada ekspo makanan ANUGA di Koelnmesse, Jerman, Sabtu (7/10).

Pameran makanan olahan terbesar di Eropa ini diikuti banyak negara. Sumatera Barat diundang khusus oleh Kementrian Perindustrian RI (Kemenperind) untuk memamerkan produk kuliner Sumbar.

Di bawah koordinasi Dekranasda Sumatera Barat, UMKM yang ikut berpartisipasi adalah Rendang Erika.

Mereka memamerkan aneka produk rendang, kopi kawa, kripik dan beberapa kuliner asli Minangkabau.

Gubernur Irwan Prayitno mengatakan bahwa keikutsertaan Sumatera Barat merupakan apresiasi Kemenperind terhadap kuliner Sumatera Barat yang memang telah mendunia.

“Rendang kan sudah sangat terkenal sebagai makanan terlezat di dunia. Maka dengan kehadiran kita di ANUGA ini, diharapkan akan ada transaksi dengan mancanegara,”ujar Irwan disampaikan Kepala Biro Humas Pemprov Jasman.

Dikatakan, dengan sudah terkenalnya rendang, diharapkan makanan olahan asal Minangkabau lainnya ikut terangkat.

“Kan banyak sekali kekayaan makanan olahan kita. Bisa ikut terangkat dengan keterkenalan rendang,” ujar Irwan Prayitno.

Bahkan Gubermur Sumbar pun tersenyum saat menyaksikan orang bule mencoba meminum kopi kawa. “Kalau tahu makna kopi kawa di kampung saya pasti nggak jadi si bule meminumnya,”ujar Irwan membatin.

Sementara itu, Nefi Irwan Prayitno mengatakan pihaknya sengaja mengikutsertaan rendang lainnya.

“Tidak hanya rendang daging, tapi juga rendang paru dan rendang telur,” kata Nefi Irwan Prayitno.

Kehadiran Dekranasda dan Rendang Erika di ANUGA dikoordinasikan Kemenperind dengan mitranya Ekonid.

“Ada sekitar 74 ribu peserta pameran, dan diperkirakan akan dikunjungi lebih 160 ribu pengunjung,” ujarKepala Dinas Perindag Sumbar Asben Hendri.

Selain itu, dalam rangka menggaet lebih banyak pengunjung ke stand Dekranasda Sumbar, setiap hari juga ditampilkan kesenian Minangkabau.

“Kita membawa lima orang seniman. Mereka bisa musik dan tari tradisionil Minangkabau,” kata Kepala Bidang Seni dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Erfina Adiyanti.

Disebutkan bahwa di samping musik tradisi, tim kesenian akan menampilkan sejumlah tari berbasis randai.

“Jadi geraknya serupa gerak atau jurus-jurus silat,” kata Erfina Adiyanti.

Sementara soal pro-kontra rombongan klosal Sumbar ke Jerman karena! dianggap pemborosan dan tidak perlu oleh sebagian kalangan, Komisi Informasi Sumbar memastikan proses pemberangkatan sampai soal biaya keberangkatan sangat transparan sekali.

“Kami ikuti prosesnya tidak ada informasi yang ditutupi oleh rombongan Sumbar ke Jerman, bahkan Pak Gubernur sangat memahami sekali indahnya keterbukaan tersebut, sehingga apa yabg dilakukan rombongan ke sana sangat mudah publik Sumbar mengetahuinya,”ujar Komisioner KI Sumbar Adrian. (rilis: humas-pemprov-sumbar)