Headline

Ismunandi: Saya Pastikan Gerindra Bukittinggi Tetap Solid, Meski Ada Kader Kecewa

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra-Sumbar, Ismunandi, Saat Temu Kader Binaan

Bukittinggi – Meskipun saya menerima informasi bahwa ada gejolak dari beberapa kader di 3 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kota Bukittinggi menyatakan akan mundur dari kepengurusan Partai Gerindra, hari ini sudah bisa saya pastikan bahwa Partai Gerindra Kota Bukittinggi tetap solid.

Hal ini dikatakan oleh mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Bukittinggi, Ismunandi disela-sela acara temu kader binaannya dari daerah pemilihan Bukittinggi-Agam, pada hari Minggu, (02/08) di Sekretariat Partai Gerindra, di Jalan Sudirman, Kota Bukittinggi.

“Sengaja saya hadir hari ini, salah satunya dalam rangka untuk mengamankan informasi tersebut. Setelah saya lakukan komunikasi, konsolidasi dengan para kader dari seluruh PAC, kader Partai Gerindra tetap solid tidak ada blok-blok,” ujarnya.

Lanjut Ismunandi yang saat ini selalu Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat menambahkan bahwa ada Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru di DPC Partai Gerindra Bukittinggi, itulah SK yang benar artinya mencabut SK yang lama. Kita akui benar pada SK tersebut tercantum sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Bukittinggi adalah saudara Erman Safar.

Namun yang jadi masalah sampai hari ini, saya belum pernah dikasih tau bahwa ada SK kepengurusan yang baru. Saya belum pernah dihubungi, belum pernah menerima lampiran dari SK yang baru. Lalu saya mendengar seolah ada gejolak yang muncul dari para kader akibat adanya SK kepengurusan yang baru ini. Namun setelah saya lakukan konsolidasi dan komunikasi dengan para kader bahwa Partai Gerindra tidak pernah terpecah.

Menurut Ismunandi, sangat wajar sebahagian kader ada yang mempertanyakan apakah partai Gerindra sudah bukan partai kader lagi? Padahal mereka sudah lama bergabung, rela berkorban untuk partai tanpa gaji, sehingga muncul kecewaan itu. Selanjutnya, menurut kader juga, padahal masih banyak dari para kader lama yang memiliki potensi, sementara ada orang baru bisa langsung menjabat sebagai pengurus partai.

Saat ini untuk pengurus Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC Partai Gerindra Kota Bukittinggi sudah diisi oleh orang baru bukan dari kader yang lama. Saya bukan menyalahkan Erman Safar, namun menurut saya, Erman Safar ini adalah korban dari sebuah permainan untuk menghancurkan Partai Gerindra.

Diakhir pertemuan dengan dengan para insan pers, Ismunandi menegaskan, “Sesuai instruksi dari Bapak Prabowo, siapapun yang memiliki potensi untuk jadi Ketua ataupun jadi calon kepala daerah, tidak harus dari kader, tidak harus memiliki pengalaman juga namun jika dia komit untuk kepentingan masyarakat, harus tetap kita dukung.” (rir)