Headline

Jalan Nagari Malai V Suku Amblas, Akses Masyarakat Terganggu

Detaksumbar-Jalan Kabupaten yang terdapat di Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman amblas masuk kesungai sedalam 10 meter.

Jalan penghubung antar Kecamatan Batang Gasan dan Kecanatan Sungai Geringging itu amblas akibat dihantam air sungai Batang Gasan, sehingga membuat akses masyarakat keluar masuk di daerah itu menjadi terganggu.

Zainal Walinagari Malai V Suku menyebut, kerusakan jalan sangat parah akibat kuatnya hantaman air sungai yang berada persis disamping jalan.

“Aliran sungai Batang Gasan ini tidak lurus dan arahnya persis mengarah kejalan, sehingga mengikis tebing dan mengakibatkan jalan menjadi amblas. Bahkan jalan tersebut hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja,” ungkap Zainal, Senin (11/5).

Zainal meneruskan, jika jalan tersebut tidak cepat diperbaiki, kondisinya akan bertambah parah bahkan terancam putus. Jika jalan itu putus akan mengakibatkan 500 lebih Kepala Keluarga (KK) yang berada disebarang jalan akan terisolasi. Apalagi jalan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antar Korong, antar Nagari dan antar Kecamatan.

Sementara jika menempuh jalan alternatif jaraknya sangat jauh hingga mencapai 20 kilometer, padahal jika melewati jalan amblas hanya berkisar 4 kilomter saja. Apalagi dengan kondisi jalan saat ini, masyarakat sangat kesulitan untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan.

“Jalan ini tidak bisa kami perbaiki menggunakan Dana Nagari, selain kerusakanya cukup parah juga akan menyalahi aturan karena kewenangan perbaikan sepenuhnya adalah kabupaten,”sambungnya.

Agar tidak terjadi korban jiwa, Walinagari bersama warga dan dibantu Babinsa setempat menyusun kayu dilokasi itu sebagai tanda, agar pengendara yang melewati jalur itu tidak terpeleset masuk kejurang.

Selain itu, pihak Nagari juga sudah mengupayakan untuk memindahkan jalan tersebut kesamping badan jalan, namun terkendala dengan pemilik tanah yang tidak mengizinkan untuk dipakai.

“Kita sudah mengupayakan berkomunikasi dengan pemilik tanah untuk pemindahan jalan sementara, namun pemilik tanah tidak bersedia. Harapan kita hanya kepada pemerintah kabupaten agar jalan tersebut secepatnya diperbaiki agar akses masyarakat kembali lancar,”ucapnya.

Sementara itu Anggota DPRD kabupaten Padang Pariaman Arfianda, yang datang langsung meninjau lokasi Senin (11/5) menyebut akan memperjuangkan perbaikan jalan itu.

“Saya sudah menelpon langsung bapak Bupati Padang Pariaman melaporkan kondisi jalan kabupaten ini agar segera diperbaiki. Bupati berjanji akan melihat langsung kondisi jalan amblas ini dalam waktu dekat.

Bahkan sebagai wakil rakyat di DPRD saya juga akan menyuarakan itu sampai perbaikan jalan itu benar-benar terwujud, “sebutnya.(*)