Headline

Kasus Arogansi Pengendara Moge Harley Davidson Bertambah Jadi 4 Orang

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP. Chairul Amri Nasution

Bukittinggi – Kasus pengeroyokan sejumlah pengendara Geng Motor Gede (Moge) Harley Davidson Owners Group (HOG) terhadap 2 anggota TNI Kodim 0304/Agam yang terjadi pada hari Jum’at, tanggal 30 Oktober 2020, bertambah 2 orang sehingga menjadi 4 orang tersangka.

Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution pada hari Minggu siang, (01/11) dihadapan sejumlah wartawan di ruang kerjanya.

Lanjut Chairul, sejauh ini hasil penyelidikan yang meningkat ke penyidikan bertambah lagi 2 orang sehingga sekarang bertambah sebanyak 4 orang tersangka. Inisial dua tersangka sebelumnya adalah B (16), masuk dalam kategori anak yang berhadapan dengan hukum dan MS (49). Sementara tersangka baru inisial RHS alias Adek (48) dan JAD (26).

Lalu ketika ditanya wartawan kenapa usia B berubah menjadi 16 tahun yang sebelumnya pernyataan Kapolres mengatakan 18 tahun? Lalu Chairul menjawab, “Kenapa ada perubahan usia terhadap tersangka B karena pada saat pemeriksaan awal beliau mengaku berusia 18 tahun. Namun setelah pemeriksaan, hasilnya kita tembuskan ke pihak keluarganya di Bandung ternyata menurut saudaranya, usia B baru 16 tahun.”

Kita dapat kiriman akte kelahiran dari saudaranya di Bandung, kita cocokkan dengan nama dan nama orangtuanya sesuai, nama ibunya sesuai lalu kita lihat akte kelahirannya sesuai ternyata masih 16 tahun, ujar Chairul Amri.

Aksi pengeroyokan terhadap 2 anggota TNI Kodim 0304/Agam yang dilakukan oleh sekelompok Geng Moge HOG, Long Way Up Sumatra Island, berlangsung sekitar pukul 16.40 WIB, pada hari Jumat (30/10) di Simpang Tarok Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi.

Dua orang anggota TNI Kodim 0304/Agam, adalah Serda Mistari dan Serda Yusuf telah menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pengendara moge hog setelah berselisih paham dijalan raya.


“Kini sebanyak 14 unit Harley Davidson Owners Group masih kita amankan di Polres, sementara untuk para tersangka kita kenakan Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) jo 351 jo 356 tentang tindak pidana pengeroyokan dengan ancaman hukuman selama 7 tahun,” tutup Chairul. (rir)