Headline

Kecewa dengan Manajemen Semen Indonesia, Ratusan Karyawan Semen Padang Gelar Aksi Damai

DetakSumbar.com- PADANG – Ratusan karyawan PT Semen Padang yang tergabung dalam Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP) melaksanakan aksi damai di Kantor Pusat PT Semen Padang, Selasa (9/1/2017).

Aksi itu dipicu karena kekecewaan atas berbagai tuntutan yang mereka sampaikan sebelumnya pada manajemen PT Semen Indonesia (Persero), Tbk, belum ditanggapi.

Dalam aksinya yang di mulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berakhir dengan dialog dengan manajemen PT Semen Padang sekitar pukul 14.30 itu, karyawan Semen Padang memasang sejumlah spanduk.

Spanduk itu berbunyi, “SPSP Mendoakan Semoga Direksi Semen Indonesia Menyadari Kekeliruan dan Kesalahannya serta Segera Bertaubat dari Segala Ikhtiar dan Kebijakan yang Merugikan Sekaligus Mengkerdilkan Semen Padang”.

“SPSP Tetap Pada Pernyataan Sikap Tanggal 2 Januari 2018”, kemudian ada juga spanduk, “SPSP Siap Melakukan Aksi yang Lebih Besar Jika Tuntutan Kami Tidak Ditindaklanjuti”, dan, “Ikhtiar Kami Efisiensi dan Produktivitas”, “SPSP Menuntut Struktur Organisasi yang Lama (Sesuai Blue Print Semen Indonesia 2013).

Setelah memasang spanduk, dan berkumpul di depan pintu masuk Lt I Lobi Kantor Pusat PT Semen Padang, ratusan karyawan tersebut diterima manajemen PT Semen Padang yang terdiri dari Direktur Keuangan, Tri Hartono Rianto, Direktur Produksi, Firdaus, dan Direktur Komersial, Pudjo Suseno.

Seperti diketahui, pada 2 Januari 2018 lalu, SPSP telah menyampaikan pernyataan sikap merespons perubahan struktur organisasi yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia (Persero), Tbk.

Pada saat itu, SPSP menyampaikan lima pernyataan sikap, yakni, SPSP menyatakan menolak kebijakan Semen Indonesia yang mengubah struktur organisasi PT Semen Padang yang dinilai tidak sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Akta Nomor 17 tanggal 28 Desember 2012 (Anggaran Dasar PT Semen Padang), dan blueprint PT Semen Padang tahun 2013.

SPSP juga meminta segera adanya pengisian jabatan Direktur Utama dari Internal PT Semen Padang dan Direktur Utama PT Semen Padang yang sebelumnya dijabat oleh Benny Wendry dan telah ditarik ke PT Semen Indonesia pada pertengahan tahun 2017.

SPSP menyatakan menolak segala bentuk intervensi Semen Indonesia terhadap Semen Padang yang tidak sesuai dengan UU Nomor 40 tahun 2007. SPSP mengingatkan kembali bahwa terbentuknya Semen Indonesia merupakan hasil perjuangan SPSP beserta masyarakat Sumatera Barat dalam menolak put option kepada camex tahun 2003.

SPSP menegaskan apabila poin tersebut diatas tidak terpenuhi hingga 08 Januari 2018 akan dilakukan aksi.

Atas tuntutan SPSP tersebut, manajemen PT Semen Indonesia yang terdiri dari Direktur Produksi, Benny Wendry, dan Direktur Pemasaran dan Suplly Chain, Ahyanizzaman turun ke Padang pada Kamis (4/1/2018).

Pengurus SPSP kemudian berdialog dengan manajemen Semen Indonesia. Namun mereka tidak puas dengan hasil dialog tersebut. Pada dialog tersebut manajemen Semen Indonesia menjanjikan akan mengirimkan jawaban tertulis kepada SPSP. Namun sampai Senin, 9 Januari 2018, jawaban tertulis dari manajemen Semen Indonesia tidak kunjung diterima SPSP.

(Buana)