Pilkada

KPU Bukittinggi: Dengan Jiwa Besar Fadhli Telah Terima Keputusan, Sementara Fadhli Nyatakan Tidak

Pertemuan di kantor KPU Bukittinggi

Bukittinggi – Hasil verifikasi faktual ulang yang telah dilaksanakan oleh KPU Kota Bukittinggi terhadap bakal pasangan calon kepala daerah (bapaslon) M.Fadhli dan Yon Afrizal masih banyak kekurangan dukungan untuk memenuhi syarat. Setelah dilakukan verifikasi faktual ulang ada penambahan data sebanyak 800 dukungan sehingga totalnya baru sekitar 2300an sementara jauh dari syarat minimum yaitu sebanyak 8145 dukungan untuk satu bapaslon. Artinya masih banyak kekurangan jumlah dukungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bukittinggi, Heldo Aura pada hari Sabtu malam, dikantor KPU Bukittinggi, (29/08). Lanjut Heldo namun demikian, tadi Pak Haji Fadli luar biasa dengan berjiwa besar sudah menyampaikan kepada kami bahwa menerima hasil keputusan ini dan tidak akan menyampaikan perbaikan. Beliau sudah menerima hasil rekapitulasi verifikasi faktual ulang yang telah kita sampaikan,

“Ini memberikan gambaran kepada masyarakat kota Bukittinggi bahwa inilah demokrasi yang luar biasa, demokrasi yang fair ketika sudah bisa menerima keputusan yang kita buat itu menandakan demokrasi sudah dibangun dengan lebih baik,” ujarnya.

Namun demikian pernyataan yang sangat berbeda diruang terpisah, M. Fadhli menyatakan, bahwa kecewa dengan KPU Bukittinggi yang sebenarnya banyak KPU berselisih pemahaman dengan pihaknya. “Perselisihan pemahaman kami dengan KPU yakni tentang aturan KPU yang berlaku tentang aturan dukungan yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan memenuhi syarat (MS). Namun setelah melalui perdebatan yang panjang, KPU tetap memaksakan dan meminta kami untuk mengerti dan menerima itu,” katanya.

Selain itu tentang adanya dukungan kami yang terlibat dukungan ganda dengan bapaslon lain. Padahal dukungan sudah jelas mendukung bapaslon dari pihak kami namun pihak KPU menyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Saat dipersidangan dan setelah diverifikasi faktual ulang akhirnya KPU mengakui ada kesalahan input data. Ini suatu kesalahan yang sulit kami terima.

Dalam hal lain, kami menilai ada oknum KPU melakukan modus manipulasi input data, dengan cara menggeser data dukungan bapaslon kami kepada bapaslon lain. Sejatinya kesalahan input data bagi kami tidak bisa diterima karena satu dukungan dari masyarakat itu tidak ternilai harganya.

“Ini adalah catatan, harapannya kinerja KPU Bukittinggi ada yang harus diperbaiki untuk masa akan datang. Terus terang saya tidak bisa menerima keputusan itu, namun barangkali nanti ada cara lain untuk bisa berjuang atas perolehan dukungan masyarakat yang sudah saya miliki,” tutup Fadhli. (rir)