Pilkada

KPU Bukittinggi Gelar Debat Publik II, Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020

Debat Publik II Calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi

Bukittinggi – Untuk kedua kalinya, KPU Bukittinggi kembali menggelar Debat Publik ke Dua terhadap 3 Pasangan Calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi Tahun 2020 di Hotel Grand Royal Denai, pada Minggu malam, (29/11).

 

Hadir dalam acara Debat Publik tersebut diantaranya paslon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 1, Ramlan Nurmatias – Syahrizal, nomor urut 2, Erman Safar – Marfendi, nomor 3, Irwandi – David. Selain itu, dalam acara tersebut hadir juga seluruh Jajaran Komisioner KPU Bukittinggi dan Jajaran Kordinator Bawaslu Bukittinggi, Jajaran Dewan Pakar Debat Publik, serta para tamu undangan.

 

Dalam Debat Publik Ke Dua terhadap Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi Tahun 2020 mengambil tema tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Pada kesempatan tersebut, masing-masing paslon diberikan waktu untuk menyampaikan Visi MIsi serta memaparkan program-program kebijakan yang akan dilakukan ketika terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi.

 

Penyampaian Visi Misi dimulai dari paslon nomor urut 2 yang disampaikan oleh Calon Walikota Erman Safar, “Dalam tata kelola pemerintahan kota sebagai pelayan publik adalah tidak hanya melakukan pembangunan saja akan tetapi mengukur kualitas pelayanan publik dan mengukur kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya dalam melayani masyarakat. Mewujdkan tata kelola pemerintahan dengan yang mudah, musyawarah dan amanah dalam bekerja, tidak berdasarkan kekuasaan.”

 

Profesional dan Integritas Aparat Pemerintah adalah sebuah keharusan, bahwa kesadaran bertindak harus dimulai dari diri Aparatur itu sendiri. Tugas Pemimpin harus menjadi contoh yang baik, sehingga kami menawarkan prinsip tata kelola pemerintahan yang sangat beradab dan religius.

 

Sementara paslon nomor urut 3 menawarkan, Program Bukittinggi, disampaikan Calon Walikota Irwandi, “Sehat adalah sehat fisik dan mental, sehat ekonominya, sehat perdagangannya, sehat pariwisata, sehat kehidupan sosial, budaya dan agamanya. Untuk mewujudkan Visi ini adalah Pemerintah harus melakukan pendekatan yang melayani, berorientasi pada hasil bukan pendekatan kepada kekuasaan.”

 

Konsep yang akan digunakan adalah Smart Government yang menganut manajemen partisipasitif dengan melibatkan stakeholder dalam proses pengambilan kebijakan. Selain itu harus didukung oleh ASN yang profesional dan memiliki kapasitas dan kapabilitas.

 

Visi paslon nomor urut 1, menawarkan masyarakat Bukittinggi Sejahtera, Mandiri yang disampaikan Calon Wakil Walikota, Syahrizal, “Dalam mewujudkan Visi tersebut tentu ada Misi yang akan dilakukan yaitu Pembangunan SDM yang sehat jasmani dan rohani berwawasan global, pendidikan berkarakter, berbudaya dan beragama guna mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat.”

 

Membangun dan mengembangkan sarana dan prasarana kota dengan cara terpadu guna mewujudkan bukittinggi yang ramah, aman dan dinamis. Mewujudkan nilai-nilai tata kelola pemerintahan yang baik diseluruh tingkatan pemerintahan. (rir)