Headline

Kritikan Andre Rosiade Tentang Maksiat Bukan Hoax

DETAKSUMBAR.COM – Publik Sumatera Barat dihebohkan adanya video pesta  Disc jockey (DJ) di Pulau Sirandah, Kota Padang, Dibeberapa media online lokal disebutkan, pesta tersebut ternyata tidak mengantongi izin dari Pemerintah Kota Padang ataupun dari pihak Kepolisian. Namun hal itu dibantah oleh pihak penyelenggara.

Andre Rosiade sebagai tokoh muda Minang di pentas nasional sangat menyayangkan hal itu terjadi di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat ini.

Kenapa, karena Padang merupakan daerah yang menjunjung tinggi “Adat dan istiadatnya”. Namun, hal itu sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi di Pulau Sirandah.

“Sudah lama saya mengeluarkan kritik tentang maksiat. Namun, saya malah mendapatkan bully di Medsos, sekarang Allah SWT telah menunjukan. Apalah ini, apakah kita belum juga sadar dengan bencana yang datang kepada kita saat ini. Masihkah, perbuatan yang melanggar norma agama itu dibiarkan saja,” kritik Andre Rosiade.

Lanjut Andre, dia merasa heran, dalam pernyataan di media bahwasanya Kepala Kepolsian Resort (Kapolres) Kota Padang, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Padang mengatakan bahwa kegiatan ini tidak ada izin. Sementara dari pihak penyelenggara mengaku sudah mengantongi izin,”kalau kayak ini apa namanya, siapa yang salah,”? tanya Andre.

“Saya merasa sedih melihat pemerintah lepas tangan saja seperti ini. Sudah kecolongan, baru kita ribut dan saling lepas tangan, di satu

sisi EO menyampaikan sudah ada izin, disatu sisi pemko bilang belum ada izin, ini kan sudah saling lepas tangan namanya,” sambung Andre.

Disampaikan Andre, ini merupakan pembuktian bahwa maksiat di Kota Padang sudah meraja lela. Dan harus menjadi bahan instropeksi

diri bagi seluruh pihak, terutama Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah.,” terang Andre.

“Pemerintah kota jangan lah pencitraan lagi, maksiat yang terang-terangan itu seharuhnya segera diberantas. Jangan hanya di diamkan,” tegas Andre.

Andre mengharapkan, pemko tidak cuek dengan kritikannya. Karena, dia melihat sudah heboh barulah pemko kocar-kacir memberikan stateman dan lain-lain. “Kerja saja yang serius, sekarang Allah sudah menampakkan bahwa maksiat itu ada di Padang. Tolong lah dibenahi, kasian generasi muda kita, karena membawa pengaruh buruk terus,” tutup Andre.

Sementara itu, dilansir dari halaman Humas Kota Padang terkait pesta DJ di Pulau Sirandah Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyebut bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi secara maksimal terhadap wisata pulau yang ada. Walikota mengatakan wisata pulau mesti dibenahi lagi sehingga terstandar, terstruktur, dan terkelola dengan baik.

“Wisata pulau di Padang perlu pembenahan secara mendasar dan dilakukan evaluasi secara maksimal,” sebut Walikota kemarin.

Saat ini beberapa pulau dikelola tanpa izin dari pemerintah. Pulau itu di antaranya seperti Pasumpahan, Swarnadwipa, dan Sirandah.

Walikota Padang mengaku kaget dengan aktifitas yang dilakukan di Pulau Sirandah.

“Saya kaget di Sirandah ada fasilitas-fasilitas, sedangkan izin belum ada,” sebut Mahyeldi.

Walikota mengatakan, pembenahan terhadap wisata pulau memang harus segera dilakukan. Sebab, selama ini belum ada standar

keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin datang ke pulau tersebut. Termasuk standar kelayakan kapal, pelabuhan dan lainnya.

“Semuanya harus jelas. Sehingga dengan itu nantinya kita bisa hitung jumlah yang datang ke pulau dan bagaimana tingkat keselamatannya,” ucap Walikota.

Walikota juga mengatakan, seluruh pengusaha yang mengelola pulau perlu dibina. Ada standar yang harus dimiliki.

Walikota menyebut pihaknya akan merapatkan hal ini bersama jajaran kerjanya Senin 28 September 2017. Terkait langkah-langkah yang harus diambil dalam menata wisata pulau yang ada.

“Sehingga nantinya wisata pulau dapat dikelola dengan baik dan tingkat keamanan dan kenyamanan pengunjung dapat terlaksana,” beber Walikota.(*)