Headline

Kuasa Hukum HOG SBC: Upaya Persuasif Terhadap Korban dan Permohonan Maaf Kepada Warga Bukittinggi

Kuasa Hukum 4 tersangka anggota HOG SBC, Aldis Sandika, SH MH

Bukittinggi – Kami yang mengawakili dari pihak tersangka mengapresiasi kinerja Kepolisian Resor Kota Bukittinggi atas upaya hukum yang telah dilakukan. Selain itu kami juga akan melakukan upaya persuasif dan meminta permohonan maaf terhadap korban-korban pengeroyokan.

Hal ini disampaikan, Aldis Sandika SH, MH, Kuasa Hukum 4 Tersangka dari Club Motor Harley Davidson Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) di salah satu hotel kota Bukittinggi, Senin Malam, (02/11). “Kebetulan saya baru per hari ini menjadi kuasa hukum 4 tersangka TR, MS, RHS, dan JAD diluar tersangka B yang berusia 16 tahun. Jadi saat ini saya masih mengumpulkan data-data untuk membuat pembelaan,” ujarnya.

Namun yang jelas, lanjut Aldis, kita berharap peristiwa ini menjadi peristiwa terakhir yang tidak kita harapkan. Ini pure insiden yang sama sekali tidak ada niat dari pihak tersangka. Berdasarkan keterangan dari para tersangka, saya mendapat informasi bahwa awal peristiwa itu karena ada penghadangan dan perlakuan menarik baju anggota kami (HOG SBC) dari pihak korban (anggota TNI). Itu yang menjadi pemicu keributan.

Ketika ditanya wartawan tentang mengapa ada rombongan yang tertinggal sebelum terjadi insiden? Aldis menjawab, “Menurut keterangan tersangka karena anggota menghargai penguna jalan yang lain. Itu hal umum terjadi jika ada konvoi yang mengiringi mobil patwal resmi dari kepolisian.”

Biasanya ada beberapa sebab, bisa jadi karena terhalang kendaraan lain atau bisa jadi karena ada kendala pada kendaraan anggota. Jadi jangan disangka pengendara moge tidak mengindahkan pengguna jalan lain yang juga memiliki hak yang sama.

Kami berharap, stigma pengendara moge terkesan arogan agar bisa clear disini. Sebenarnya sebelum melakukan long riding, biasanya anggota sudah dilakukan pembekalan-pembekalan selama diperjalanan. Baik memahami aturan lalu lintas dan masalah kontrol emosi dalam berkendara. “Karena memang hawanya berbeda membawa motor besar dibandingkan membawa motor biasa,” ucap Aldis.

Baju Kaos Coklat, Sekretaris Jenderal HOG SBC, Akbar Nusantara

Sementara itu, dilokasi yang sama, Sekretaris Jenderal HOG SBC, Akbar Nusantara sempat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat kota Bukittinggi.

Berikut pernyataan Akbar saat didampingi oleh Aldis Sandika dan anggota HOG SBC lainnya, “Kepada masyarakat kota Bukittinggi dimohon agar dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Juga mohon didoakan agar masalah ini dapat berjalan lancar dan selesai.” (rir)