Pilkada

Laporan Fauzan Haviz Akhirnya Diterima Bawaslu Bukittinggi

Bawaslu Bukittinggi Terima Laporan Fauzan Haviz

Bukittinggi – Akhirnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi menerima pelaporan dan permohonan penyelesaian sengketa Fauzan Haviz terhadap tindakan KPU Bukittinggi yang telah menetapkan salah satu pasangan calon Walikota dan Wakil walikota di Pilkada serentak 9 Desember 2020, yang diajukan oleh DPD Partai PAN Kota Bukittinggi.

Laporan tersebut di terima oleh dua orang staf Bawaslu kota Bukittinggi, Selasa (29/9).
“Laporan hari ini merupakan pelaporan terkait pelanggaran etik dan administrasi KPU Bukittinggi dengan tidak diindahkannya putusan Makamah Agung (MA) No : 460K/Pdt.Sus-Parpol/2019 yang memenangkan Fauzan Haviz sebagai pengurus sah PAN Bukittinggi,” kata Fauzan.

Fauzan merasa, dirinya adalah pengurus PAN Bukittingi yang sah. Sikapnya ini dilandaskan pada putusan Mahkamah Partai PAN No: 0009/PHPP/MP.PAN/VII/2018 tanggal 5 Juli 2018. Salah satu butir keputusan mahkamah partai itu menyatakan, Rahmi Brisma bukanlah ketua PAN Bukittinggi.

Pada pemilihan serentak 2020, PAN bersama PKB dan Partai Nasdem mengusulkan Irwandi dan David Chalik sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota Bukittinggi. Koalisi PAN yang meraih tiga kursi pada Pemilu 2019 lalu, PKB (1 kursi) dan Partai Nasdem (2 kursi), telah dinyatakan KPU Bukittinggi memenuhi ambang batas pengusulan sebesar 20 persen dari 25 kursi parlemen atau sebanyak 5 kursi.

Penetapan ini lah, yang memantik kekecewaan Fauzan Haviz, terlebih Fauzan menilai dirinya telah melayangkan surat peringatan hingga dua kali ke KPU Bukittinggi, sebelum masa pendaftaran calon dibuka pada tanggal 4-6 September 2020 lalu.

“Irwandi dan David diusung oleh PAN, PKB dan Partai Nasdem perlu dikaji lagi. Dasar itu lah, pelaporan ini ke Bawaslu Bukittinggi” kata Fauzan. (rir)