Headline

Lima Tahun Tertunda Akhirnya Ketua Baru KPA Cakarawa Terpilih

Teks foto: Penyerahan scraft KPA Cakrawala kepada Ketua Terpilih Andriko Basri (kiri) disaksikan dua pendiri KPA Cakrawala Adrian Toaik dan Syafril Badar (baju merah), Minggu 21/6 di Lori Lubuk Minturuan Padang. (foto: dok/ckw-de)

Detaksumbar- Padang,—-Andriko Basri dipilih sebagai ketua KPA Cakarawa dalam musyawarah oleh kelompok Pencinta Alam yang di laksanakan di Kapalo Banda Lori Lubuk Minturun Padang sumatera Barat.

“Agenda yang tertunda lebih lima tahun, hari ini kita melantik anggota baru dan menetapkan Pengurus KPA Cakarawa baru, Andriko Basri secara aklamasi dipilih sebagai Ketua KPA Cakrawala periode 2020-2023,”ujar pendiri KPA Cakrawala Syafril Badar, Minggu 21/6/20.

Andriko Basri dibantu wakil ketua Doni Febrian dan Sekretaris Panji serta Bendahra Fatimah Azahra.

“Siap menjalankan amanah dan mematuhi ketentuan berorganisasi, tugas kedepan fokus ke bidang SAR dan membina Sispala SMAN 2 Padang,”ujar Andriko.

Sedangkan 10 anggota baru KPA Cakrawala dikukuhkan setelah melalui berbagai prosesi yang dipimpin Advokat Senior Sumbar Virza Benzani.

“Anggota KPA Cakrawala harus memahami esensi dari perjuangan kecintaan alaman dan kemanusiaan, sehinga itu prosesi kita buat lebih memperkuat pemahaman rasa persaudaraan dan kerjasama,”ujar Virza Benzani, Alumni SMA Negeri 2 Padang angkatan 1984.

Agenda Musyawarah KPA Cakrawala di Kapalo Banda Lori Lubuk Minturun berlangsung sehari penuh, juga menyepakati pembentukan badan hukum bagi KPA Cakrawala sendiri.

“Hari ini kita sepakati pendirian badan hukum KPA Cakrawala berbentuk yayasan dengan nama Yayasan Pencinta Alam Cakrawala,”ujar Pendiri KPA Cakrawala Indra M Gandidi.

Musyawarah juga menyepakati kepengurusan lengkap Yayasan Pencinta Alam Cakrawala, Ketua Dewan Pembina Virza Benzani dan Ketua Dewan Pengawas Alfi Zulhendra.

“Kepengurusan Yayasan Pencinta Alaman Cakrawala, musyawarah menyepakati Ketua Beni Ismanto, Wakil Ketua Adril Mahaputra dan Sekretaris Ade Suharmansyah serta Bendahara Zagnesia,”ungkap Adrian Toaik menyampaikan kepada media di Padang.

Proses Yayasan sendiri kata Adrian baru persiapan.

“Selanjutnya dilakukan pembuatan akte notaris dan pendaftaran badan hukum ke Kemenkumham,”ujar Adrian.(rilis: ckw)