Headline

Melawan Kabut Asap Oleh Nila Indriyani

Melawan Kabut Asap
Oleh
Nila Indriyani

Lebih kurang satu bulan kabut asap melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan. Tiap hari makin parah terjadi akibat Karhutla ini, Anak-anak sekolah diliburkan, aktivitas masyarakat banyak yang terganggu dan penyakit Ispa telah mulai dirasakan masyarakat dan bisa menyebabkan kematian Imbas kabut asap akibat Karhutla beberapa wilayah di Sumatera Barat, berapa sekolah di kabupaten kota diliburkan mulai dari PAUD, SD,SMP dan SMU termasuk aktivitas masyarakat pun terganggu.
Studi yang dilakukan oleh ilmuwan di Harvard University dan Columbia University mengungkap bahwa kabut asap sebagai dampak kebakaran hutan tahun lalu memicu lebih dari 100.000 kematian dini.Riset yang segera dipublikasikan di Environmental Research Letters tersebut berbasis pemodelan. Ilmuwan belum melakukan konfirmasi hasil studi dengan data resmi kematian di lapangan.
Namun demikian, studi awal itu bisa menjadi panggilan untuk Indonesia agar menyikapi masalah kebakaran hutan dengan serius.Studi menganalisis kematian dini akibat kebakaran hutan berdasarkan cakupan wilayah serta hanya mempertimbangkan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh partikel PM 2,5.Hasil analisis mengungkap, kematian dini akibat kebakaran hutan diprediksi mencapai 100.300. Kematian dini di Indonesia diprediksi 91.600. Sementara, di Singapura dan Malaysia masing-masing 2.200 dan 6.500.Joel Schwartz, pakar epidemologi karena polusi udara dari Harvard yang terlibat studi mengatakan, Indonesia memang menghadapi risiko tinggi terkena dampak kesehatan kebakaran hutan.
Sekarang, kita menunggu kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah Karhutla yang telang berlangsung satu bulan lebih ini. Akan fenomena Karhutla ini akan terulang seperti tahun 2015 silam yang mengganas karena asap menyelimuti seluruh wilayah Asia Tenggara.
Salah satunya di Kota Padang Panjang Sumatera Barat, Libur biasanya sesuatu yang sangat menyenangkan bagi siapa saja, terlebih bagi anak-anak usia sekolah. Akan tetapi libur kali ini tidak !, sekolah diliburkan karena “BENCANA ASAP” sudah menyebar kemana-mana (khususnya Pulau Sumatera dan Kalimantan).
Setelah kabut asap melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera dan Kalimantan beberapa minggu terakhir, akhirnya Pemerintah Kota Padang Panjang meliburkan sekolah setingkat PAUD sampai dengan SLTA di Kota Padang Panjang, mulai hari ini Senin 23 Seprember 2019 s/d Selasa 24 September 2019. Pendidikan Belajar Mengajar (PBM) akan dilaksanakan kembali Rabu 25 September 2019 jika kondisi kabut asap dinilai sudah membaik.
Hasil pengukuran kualitas udara oleh BMKG Kota Padang Panjang pada tanggal 22 September 2019, Parameter ISPU menunjukkan angka 268,4 µg/m3, artinya kualitas udara di Kota Padang Panjang memasuki kategori sangat tidak sehat. Data inilah yang membuat Pemda Kota Padang Panjang cq Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menerbitkan Surat Edaran bernomor : 421/1927/Disdikpora/IX-2019 untuk meliburkan sejumlah sekolah di Kota Padang Panjang. Padahal minggu ini sejumlah sekolah sudah memasuki jadwal ujian MID semester. Tapi dengan diterbitkannya Surat Edaran dimaksud, maka terpaksa Ujian MID semester yang sudah dijadwalkan ditunda sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
Beberapa siswa mengaku kecewa dengan keputusan ini, karena mereka sudah bersiap sejak beberapa hari yang lalu untuk menghadapi ujian MID, hal ini tentu juga menggangu jadwal PBM yang sudah disusun sejak awal tahun ajaran.
Sampai kapankah kabut asap ini akan berlalu? Tidak seorangpun yang bisa menjawab. Tapi yang pasti bencana ini sudah banyak memakan korban dimana-mana. Yang lebih menyayat hati, para korban sebagian besar adalah anak-anak kita, para generasi penerus bangsa. Kita tentu berharap banyak kepada pengambil kebijakan (Pemerintah) agar dapat memberi perhatian lebih besar lagi dalam menangani kabut asap ini. Bisa jadi memadamkan api tidak hanya dengan air atau dengan cara-cara konvensional, mungkin dengan cara yang lebih modern, sehingga karhutla yang masih berlangsung bisa dipadamkan segera dan kita bisa kembali menghirup udara segar.(*)