Headline

Menjelang Lebaran, Hj. Nevi Telah Menyalurkan Total Paket Sembako Sebanyak 15.000 Paket

Detaksumbar-Padang — Di pekan terakhir bulan puasa menjelang Lebaran, Legislator FPKS asal Sumatera Barat II, Hj. Nevi Zuairina telah total menyalurkan paket sembako sebanyak 15.000 paket yang tersebar di seluruh Sumatera Barat.

“Setelah penyaluran bantuan sebanyak 5.000 paket sembako di dua kabupaten pasaman dan kabupaten agam, berarti sudah total 15.000 paket yang sudah kami sebarkan. Paket sembako sebanyak 5.000 merupakan kerjasama antara DPR RI Komisi VI dengan BUMN untuk seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan 10.000 paket merupakan Upaya mandiri dan kerjasama dengan beberapa pihak swasta, perorangan maupaun pemprov Sumbar”, jelas Hj. Nevi.

Legislator Sumatera Barat II ini pada 5.000 paket sembako dari BUMN, mengantarkan dan menyaksikan langsung penyerahannya kepada lembaga masyarakat salah satunya Yayasan Amal Sejahtera Madani pada senin (18 Mei 2020). Ia bersama satgas bencana BUMN Nasional untuk wilayah provinsi Sumatera Barat menyerahkan secara simbolis yang nantinya akan didistribusi di Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Agam.

Selain paket sembako dari BUMN-BUMN seperti BULOG, BRI, PLN dan lainnya, sebelumnya paket kelengkapan perlindungan kesehatan juga telah di salurkan. Kerjasama penyaluran paket sembako dan APD oleh Hj Nevi mencapai 500 Juta Rupiah di Sumbar yang terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula. Sementara masker sebanyak 20.000 buah, Wastafel 10 unit, 1000 liter cairan desinfektan, 100 hand sanitizer, serta 20 unit pompa disinfektan juga telah diserahkan pekan lalu.

“Saya berharap, masyarakat Sumbar dapat merasakan segala yang kami upayakan untuk mengurangi dampak covid-19”, katanya

Penyerahan Bantuan juga dihadiri oleh Satgas BUMN selaku mitra kerja Hj. Nevi selaku Anggota DPR RI komisi VI. Pada acara penyerahan tersebut di antaranya perwakilan Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI, BRI, Pegadaian, PLN, POS Indonesia, SBA, Telkom, serta Badan Urusan Logistik (Bulog).

Politisi PKS ini melanjutkan, bantuan sembako, penyaluran alat pelindung diri dan penyerapan produk-produk UMKM telah dilakukan merata di seluruh Sumatera Barat bukan hanya dapilnya. Upaya menjangkau seluruh masyarakat Sumbar ia lakukan sesuai aspirasi masyarakat yang meminta agar jangan hanya menyalurkan di dapil saja. Karena wilayah lain di sumbar, banyak yang mengirim pesan ke dirinya baik berupa jaringan pribadi maupun melalui sosial media agar juga mendapat bantuan.

“Penyerapan produk UMKM seperti masker kain, Mukena, kain songket, dan berbagai produk yang memberikan kemanfaatan keseharian saya lakukan untuk membantu mengurangi penjualan produk yang sepi akibat wabah. Sudah seharusnya UMKM di musim lebaran ini panen usaha, tapi gagal akibat wabah sehingga omset menurun drastis bila dibandingkan tahun lalu. Akibatnya usaha guncang karena keuntungan juga menurun drastis”, jelasnya.(*)