Headline

Mewujudkan kampung Tematik Merupakan Salah Satu Program Pemko

Detaksumbar.com- Di tengah ‘gempuran’ globalisasi, ternyata masyarakat Kelurahan Gurun Laweh Kecamatan Nanggalo Kota Padang masih bertahan dengan nilai-nilai budaya keminangkabauan. Tidak salah kelurahan ini didapuk sebagai Kampung Budaya yang dijadikan ‘pilot project’ program kampung tematik Pemerintah Kota Padang.

Hal itu pun mendapat perhatian Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, karena selaras dengan program Pemko Padang periode 2019-2024. Mahyeldi minta nilai-nilai adat budaya terus dipertahankan dan disejalankan dengan peningkatan pemahaman agama bagi masyarakatnya sesuai falsafah Adat Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Mewujudkan kampung tematik merupakan salah satu program Pemko Padang ke depan. Kampung dengan ciri khas seperti kampung budaya Gurun Laweh ini dapat dijadikan percontohan,” kata Mahyeldi disela pembukaan MTQ Lansia antar masjid dan musala sekelurahan Gurun Laweh di Musala Nurul Yaqin Gurun Laweh, Ahad (19/5/2019).

Selain menarik secara budaya, adapun MTQ Lansia yang digelar tokoh masyarakat bersama pengurus musahala Nurul Yaqin juga sesuatu yang menarik.

“Disamping sebagai kampung budaya, menariknya di sini para lansia bersemangat mengikuti MTQ. Hal ini tentunya positif untuk memberi contoh guna mendorong generasi muda lebih mencintai Al – Quran,” tutur Mahyeldi.

Walikota yang juga ustad ini yakin kegiatan yang dihelat masyarakat ini selalu bertujuan baik. Ia berharap dari semua kegiatan ini dapat berdampak untuk peningkatan kesejahteraan. Pasalnya, dimana ada perhelatan di situ ada keramaian dan terbuka kemungkinan untuk berputarnya uang dari aktifitas jual beli.

“Dari semua kegiatan ini saya yakin tujuannya sangat baik. Lebih dari itu diharapkan pula berdampak terhadap tingkat kesejahteraan,” tukuk Mahyeldi.

Camat Nanggalo Teddy Antonius mengaminkan yang disampaikan Walikota Padang tersebut. Menurutnya, basis budaya yang diperkuat agama memang perlu dipertahankan. Di sisi lain untuk peningkatan kesejahteraan tentunya diperlukan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang representatif.

“Kita juga sudah upayakan pembangunan jalan dan jembatan untuk penghubung dua wilayah Gurun Laweh yang dibelah oleh sungai. Hal itu kita upayakan melakui Balai Sungai,” kata Teddy.

Terkait MTQ Lansia, panitia menyebut peserta berjumlah 27 orang, terdiri dari qori dan qoriah utusan masjid dan musala se-Gurun Laweh. MTQ ini dimaksudkan dalam rangka menyambut Nuzul Quran dan bertujuan memotivasi generasi muda.