Headline

Operasi Zebra, Satlantas Polres Bukittinggi Juga Terapkan Hunting System

 

Bukittinggi – Selama berlangsung Operasi Zebra Singgalang 2020 selain terapkan kegiatan Pre-emtif, Preventif, dan Gakkum secara persuasif dan humanis, Satlantas juga menerapkan Hunting Sistem (razia patroli) di wilayah hukum Polres Bukittinggi.

Kapolres Bukittinggi, AKBP. Dody Prawiranegara melalui Kasat Lantas Polres Bukittinggi, AKP. Andri Nugroho, pada hari Rabu, (28/10) disela-sela kesibukannya mengatakan, “Selain terapkan kegiatan Pre-emtif, Preventif, dan Gakkum secara persuasif dan humanis dalam berlalu lintas, Satlantas juga menerapkan Hunting Sistem (razia patroli) di wilayah hukum Polres Bukittinggi.”

Lanjut Andri, selama operasi zebra singgalang 2020 yang telah berlangsung sejak tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2020 kita juga lakukan Hunting System yakni sistem razia patroli atau razia yang selalu berpindah-pindah lokasi khususnya di lokasi yang rawan pelanggaran dan rawan kecelakaan di kota Bukittinggi.

Artinya kita tidak menggunakan sistem stationer atau sistem razia yang bertumpu di satu lokasi tertentu yang dikhawatirkan menimbulkan klaster baru penyebaran virus covid-19. “Pastinya kalau menggunakan sistem tersebut akan banyak berkumpul para personil lantas dan masyarakat yang kena razia.” ujarnya.

Dalam menerapkan Hunting System, petugas akan menindak pengendara kendaraan roda dua dan roda empat yang tertangkap tangan tidak mematuhi aturan lalu lintas. Hal ini sudah sesuai aturan yang berlaku dan selama operasi zebra singgalang 2020 setiap petugas dibekali surat tugas.

“Jadi jangan kaget, jika ada petugas lantas tiba-tiba menghampiri atau menyetop pengguna kendaraan karena bisa jadi petugas melihat ada pelanggaran aturan lalu lintas. Biasanya pelanggaran yang terjadi pada pengendara roda dua yaitu tidak menggunakan helm, tidak membawa surat-surat kendaraan, tidak menggunakan knalpot standar atau menggunakan knalpot racing dan tidak memiliki atau membawa surat izin mengemudi (SIM). Lalu untuk kendaraan roda empat biasanya ditemukan tidak menggunakan sabuk pengaman, pengemudi yang dibawah umur dan pengendara yang diduga mengemudi secara ugal-ugalan atau dalam kondisi mabuk, ” tegas Andri.