HeadlinePeristiwa

Pasca Genpa Lombok Pemerintah Sumbar Terus Melakukan Komunikasi Dengan Perantau

Detaksumbar.com- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan diperkirakan jumlah perantau Minang yang ada di Lombok mencapai 300 orang lebih. Setelah dilakukan komunikasi dengan organisasi perantau Minang yang ada di NTB, kini kondisi mereka membutuhkan sejumlah bantuan.

“Kita akan terus melakukan koordinasi dengan perantau Minang. Pasalnya, sejak kejadian gempa bumi berkekuatan 7 M pada Minggu (5/8) sekitar pukul 19.46 waktu setempat itu, telah membuat keluarga perantau yang ada di kampung halaman, jadi khawatir,” katanya, Senin (6/8).

Kepala Biro Kerjasama Rantau Setdaprov Sumatera Barat Luhur Budianda mengatakan, dari informasi perantau yang berdomisili di NTB, kini intinya pihak akan terus melakukan update data dengan berkoordinasi dengan masyarakat atau perantau di lokasi bencana.

Ia menjelaskan perantau Minang yang berdomisili di NTB tersebar di Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Dari keterangan pengurus Ikatan Keluarga Minang NTB, kondisi 300 lebih perantau Minang yang tergabung dalam organisasi itu, dalam keadaan baik-baik saja.

Sedangkan, untuk perantau Minang di Bali berdasarkan koordinasi pihaknya dengan Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) Bali, juga belum ada laporan dari perantau yang menjadi korban baik itu jiwa maupun materil.

“Untuk jumlah perantau di Bali lebih kurang 15 ribu orang dan mereka juga merasakan dampak gempa Lombok,” ujarnya.()