Headline

Pemerintah Sumbar Merilis Kerugian 2,5 Miliar

Detaksumbar.com- PADANG,Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) merilis kerugian sekitar Rp 2,5 miliar akibat kerusakan gedung DPRD Sumbar yang disebabkan aksi unjuk rasa mahasiswa, Rabu (25/9/2019) lalu.

Ada sejumlah kerusakan gedung berupa perlengkapan anggota dewan seperti kursi, meja, sound system ruang sidang utama.

Kemudian peralatan dan perlengkapan perpustakaan yang hancur mulai komputer, lemari, meja, kursi, buku-buku serta lainnya.

“Setelah dihitung oleh DPRD Sumbar dan biro aset ada sekitar Rp 2,5 miliar kerugian akibat kerusakan yang dilakukan demonstran beberapa waktu lalu,” kata Sekda Provinsi Sumbar, Alwis Selasa (1/10/2019) Usai memperingati hari jadi Sumbar di gedung DPRD Sumbar.

Alwis mengatakan barang-barang yang dirusak tersebut adalah aset Pemprov Sumbar.

Taksiran kerugian itu berdasarkan harga barang saat dibeli dan jika dikonversikan dengan harga sekarang bisa mencapai dua kali lipat.

“Taksiran harga kita lakukan saat pembelian barang. Kalau sekarang tentu harganya bisa dua kali lipat,” kata Alwis

Menurut Alwis, pihaknya akan melakukan pergantian dan perbaikan gedung yang rusak dengan melakukan pergeseran anggaran tahun 2019 ini.

“Kita akan coba lakukan pergeseran anggaran tahun ini. Kalau tidak bisa, terpaksa tahun 2020 dianggarkan,” jelas Alwis.

Sebelumnya diberitakan, buntut dari unjuk rasa anarkis yang dilakukan ribuan mahasiswa, pimpinan DPRD Sumbar melaporkan perusakan gedung dan penjarahan ke polisi, Rabu (25/9/2019).

Atas nama pimpinan, Wakil Ketua DPRD Sementara Irsyad Syafar secara resmi membuat laporan polisi ke Polda Sumbar, Rabu (25/9/2019) malam.

Irsyad menyebutkan perusakan gedung yang menyebabkan hancurnya ruang perpustakaan, pemecahan kaca, perusakan kursi, meja, sound system, toilet, pencoretan dinding, serta alat elektronik seperti televisi dan komputer.

Sementara, demonstran juga melakukan penjarahan ke ruangan yang ada di DPRD sehingga menyebabkan hilangnya uang tunai, laptop, sepatu, serta surat penting lainnya.

Demonstran juga melakukan pembakaran sebuah kursi anggota DPRD Sumbar di dalam ruangan sidang utama, namun aksi itu untung segera dihalau aparat.