Headline

Pengrajin Batu Bata Garegeh Harap Erman Safar Perhatikan Rakyat Kecil

Erman Safar blusukan ke pengrajin batu bata

Bukittinggi – Keluarga pengrajin batu bata di wilayah Kampung Tangguh RT: 01, RW: 02, Kelurahan Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan berharap kepada calon kepala daerah Kota Bukittinggi, terutama Erman Safar agar jangan lupa dengan rakyat kecil.

Hal ini disampaikan oleh Maisani, salah seorang warga Garegeh saat Calon Kepala Daerah Bukittinggi, Erman Safar melakukan kampanye di sekitar Kampung Tangguh RT: 01, RW: 02, Kelurahan Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Selasa, (10/11).

“Kebanyakan para calon-calon pemimpin itu kalau sudah duduk lupa sama janji-janji yang pernah disampaikan. Memang untuk orang seperti kami ini paling susah berharap, jangankan meminta, berharap saja kami susah,” kata Maisani Istri dari Jasril (51) pengrajin batu bata.

Maisani (44) yang juga memiliki profesi sebagai pengrajin batu batu seperti yang dilakukan oleh suaminya menambahkan, “Saya senang dengan kehadiran Bapak Erman Safar karena saya melihat ada sebuah perubahan yang akan diusung beliau. Informasi itu saya dapat dari beberapa teman dan tetangga yang bercerita termasuk juga dari berita.”

Usai bertemu dengan Erman Safar, lanjut Maisani, sebenarnya, saya ragu dengan para calon kepala daerah, namun saya merasa sosok Erman Safar yang masih muda dan energik dapat membawa perubahan di Kota Bukittinggi ini. Saya dan suami sebenarnya sudah tidak sanggup lagi pak untuk bekerja sebagai pembuat batu bata. Kami sudah menjalani pekerjaan ini kurang lebih 11 tahun pak, bukan berarti saya malas bekerja seperti ini tapi badan sudah tidak sanggup. Apalagi suami saat ini sering mengalami sakit ginjal.

“Mau kerja apalagi untuk memenuhi kebutuhan hidup pak, kami punya 3 orang anak yang masih butuh biaya. Sementara selama ini, kami bisa dikatakan sulit mendapat bantuan baik untuk biaya pendidikan ataupun untuk biaya kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Trus terang pak, hampir setiap hari saya membuat sebanyak 300-400 buah batu bata, begitu juga dengan suami. Upah kami berdua kurang lebih 100 ribu, iya kalau dalam kondisi kita sehat terus pak? Kalau kami dalam kondisi tidak sehat sudah pasti kami tidak berpenghasilan.

“Tapi biar bagaimanapun juga, kami tetap optimis menjalani hidup ini pak. Alhamdulillah, Meski covid, masih ada saja yang membeli batu bata kami dari daerah Bukittinggi dan luar luar Kota Bukittinggi. Begitu juga optimis saya dengan Bapak Erman Safar, mudah-mudahan beliau bisa terpilih sebagai Walikota Bukittinggi untuk masa akan datang. Yang penting jangan lupa dengan janjinya dengan rakyat kecil seperti kami ini,” ucap Maisani. (rir)