Headline

Perbankan Akan Bantu Nasabah Sesuai Peraturan OJK, Akibat Virus Corona

Bukittinggi – Tidak bisa dipungkiri akibat pandemi penyebaran virus corona yang terjadi hampir di seluruh negara, Indonesia, termasuk di Kota Bukittinggi, berdampak langsung diberbagai sektor kehidupan masyarakat. Sehingga akan berdampak kepada laju pertumbuhan perekonomian masyarakat Kota Bukittinggi akibat penyebaran virus corona.

Terkait hal tersebut, laju pertumbuhan ekonomi masyarakat terkoreksi dan cendrung negatif. Apa lagi dengan adanya himbauan pemerintah pusat dan daerah untuk mengantisipasi penyebar luasan virus ini dengan cara mengurangi aktifitas diluar rumah, bekerja di rumah atau membatasi kontak langsung dengan orang sekitar.

Hal tersebut disampaikan Pemimpin Cabang Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bukittinggi, Asep Suhendra diruang kerjanya pada hari Jumat, (03/04). Asep Suhendra mengakui bahwa dampak virus corona tersebut khususnya di Kota Bukittinggi-Agam sangat terasa sekali diseluruh lapisan masyarakat terutama pada masyarakat yang mayoritas memiliki profesi pedagang.

Dengan demikian situasi yang seperti ini, akan banyak sekali terjadi penurunan transaksi jual beli, yang otomatis juga akan menimbulkan lemahnya daya beli masyarakat.

“Ini terjadi dihampir semua sektor usaha dan hanya sedikit atau beberapa sektor bisnis saja yang meningkat penjualannya, seperti jenis usaha kebutuhan bahan-bahan pokok sehari-hari dan kebutuhan medis seperti obat-obatan, vitamin, alat kesehatan,” kata Asep.

Untuk membantu meringankan beban masyarakat terutama para nasabah BRI, berdasarkan Peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), semua Bank diminta melakukan langkah-langkah perlakuan khusus terhadap nasabah/pengusaha, diantaranya penurunan suku bunga, penambahan jangka waktu, dan lain sebagainya.

Teknisnya tambah Asep, nasabah diminta datang ke kantor BRI, dengan menceritakan situasi perkembangan usaha terkini, lalu membuat perjanjian ulang dengan penawaran-penawaran yang saya sampaikan sebelumnya.

“Langkah apa yang paling tepat, tergantung dari situasi dan kondisi serta jenis bisnis si nasabah. Ada bisnis yang sangat berdampak langsung seperti bisnis dibidang pariwisata, perhotelan, agensi perjalanan, rumah makan, dan bisnis lainnya serta ada juga bisnis yang tidak terlalu berdampak dari penyebaran virus corona. Namun untuk kota Bukittinggi, saya rasa hampir semua bisnis memiliki dampak yang sama karena banyak bergerak di bidang pariwisata,” ujar Asep.

Lanjut Asep, menghadapi situasi seperti sekarang ini, selain pelayanan terhadap nasabah BRI, kami juga ikut berbagi meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung dengan virus corona, seperti para pekerja medis. Melalui bantuan dana sosial perusahaan, kami telah menyalurkan bantuan tersebut ke Rumah Walikota Bukittinggi dan diterima langsung oleh Bapak Ramlan Nurmatias.

Adapun bentuk bantuan yang kami berikan yaitu, 50 set APD (coverall), 50 pasang sarung tangan meditouch, 50 box (500 pasang) microtouch, 55 liter handsanitaizer, 250 masker dan 1 set alat semprot disinfektan. (Rizky)