Pilkada

Pererat Silaturahmi, Erman Safar Sambangi Tokoh Adat Kurai Taufik Dt. Nan Laweh

Erman Safar Silahturahmi Dengan Taufik Dt Nan Laweh

Bukittinggi – Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi, Erman Safar, bakal calon kepala daerah kota Bukittinggi menyambangi Tokoh Adat Kurai Taufik Dt Nan Laweh. Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, para tokoh masyarakat dan pedagang, diantaranya Yulius Rustam, Young Happy, Mardison Atiak, Anto, Asraferi Sabri, Rober, Toepan, Teguh di Rumah Makan Sabana,  Kota Bukittinggi.

Dalam kesempatan yang berlangsung cukup singkat tersebut terjalin komunikasi yang harmonis antar dua belah pihak. Erman Safar mengatakan bahwa dalam pertemuan ini saya meminta petunjuk, arahan bahkan restu dari Inyiak Taufik Dt Nan Laweh terkait agenda pesta demokrasi pemilihan kepala daerah di Kota Bukittinggi pada tahun ini. Senin, (21/09).

“Pesan beliau agar kami meminta restu juga kepada seluruh Ninik Mamak Kurai, lalu menjaga persatuan agar jangan sampai ada perpecahan antar sesama, kemudian jangan lupa kalau sudah berjanji, ingat, catat lalu tunaikan. Jika seseorang pemimpin telah berjanji itu adalah hutang didunia dan di akhirat,” kata Erman.

Lanjut Erman, jika memang takdir memutuskan Erman Safar dan Marfendi menjadi kepala daerah di Kota Bukittinggi, maka pesan inyiak Taufik Dt. Nan Laweh agar Ninik Mamak (tokoh adat) di Kota Bukittinggi betul-betul mendapat perhatian yang sebenar-benarnya. Apabila memang hal ini menjadi takdir kita maka akan kita terapkan dalam bentuk program-program di pemerintahan.

Usai pertemuan berlangsung di Rumah Makan Sabana, yang berada tepat di samping lapangan kantin, Kota Bukittinggi, Taufik mengatakan bahwa Erman Safar adalah sosok calon kepala daerah muda yang layak untuk memimpin pemerintahan kota Bukittinggi.

Taufik mengimbau, “Dalam ajang kampanye pilkada yang akan berlangsung tidak lama lagi, inyiak meminta tetap menjaga persatuan agar tidak terjadi perpecahan. Himbauan ini lebih ditujukan kepada tim Erman untuk tidak terpancing terhadap apapun bentuk propaganda, yang sebenarnya hanya akan mengakibatkan perpecahan antar warga.”

Lalu tambah Taufik, saya berpesan kepada beliau jika nanti menjadi Walikota agar digalang prinsip ‘tali tigo sapilin’ maksudnya terkait tiga unsur Alim Ulama, Ninik Mamak dan Pemerintah. Prinsip ‘tali tigo sapilin’ yang akan membantu memudahkan lajunya roda pemerintahan nantinya. Jika hal ini tidak berjalan, maka kedepannya akan sia-sia seorang kepala daerah dalam memimpin pemerintahan di Kota Bukittinggi. (rir)