Hukum

PN Bukittinggi Gelar Sidang Lapangan Perkara Perdata di Sarajo, Guguak Bulek

Sidang lapangan perkara perdata nomor 32/Pdt.G/2020/PN Bkt

Bukittinggi – Pengadilan Negeri (PN) Bukittinggi gelar sidang lapangan perkara perdata nomor 32/Pdt.G/2020/PN Bkt di sekitar wilayah Sarojo, Kelurahan Campago Guguak Bulek, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi. Agenda sidang tersebut adalah melihat objek sengketa yang diajukan oleh pihak Penggugat atas nama Minda Rozana dan kawan-kawan melawan para pihak Tergugat Rozalvino dan Kawan-kawan serta Badan Pertanahan Negara (BPN) Bukittinggi.

 

Hadir dalam sidang perkara perdata tersebut diantaranya, Hakim Meri Yanti, Hakim Renaldi dan Hakim Melky yang didampingi Panitera, pada Jumat, (20/11). Selain itu, hadir juga para pihak diantaranya Penggugat, Tergugat, BPN serta Ninik Mamak dan masyarakat setempat.

 

Sebelumnya, dalam proses perkara tersebut, pihak Penggugat melalui Kuasa Hukumnya, Telvi Robbel SH dan Sudarno SH yang disampaikan resmi kepada PN Bukittinggi melalui surat gugatan perdata pada tanggal 6 Agustus 2020 menyatakan bahwa telah memiliki beberapa bidang kavling tanah yang telah memiliki sertifikat, diantaranya seluas 625 M2, 470 M2, 300 M2, 600 M2, 295 M2 dan sebahagian tanah berbatasan dengan pihak Tergugat di wilayah Sarojo, Kelurahan Campago Guguak Bulek, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

 

Saat acara berlangsung, Hakim Renaldi hanya sedikit berkomentar tentang adanya agenda sidang lapangan, “Ya kami hanya menjalani sidang lapangan, melihat langsung batas-batas objek perkara.”

 

Sementara itu, saat diwawancara pihak Tergugat Rozalvino mengatakan bahwa kami menolak keabsahan sertifikat para penggugat, karena Tanah Pusako Tinggi Suku Pisang Sarojo adalah tanah adat milik kaum Kami yang tidak pernah dijual maupun digadaikan serta tidak pernah terlantar maupun berpindah hak kepada pihak ke tiga.

Hal ini lanjut Vino, “Diakui oleh Ketua Kerapatan Adat Nagari Mandiangin Koto Selayan dan Lurah Campago Guguak Bulek.”

Sidang perkara perdata ini akan digelar kembali pada tanggal 30 November 2020 dengan agenda sidang mendengarkan keterangan saksi Penggugat. (rir)