Ekspresi

Politisi Minang Setiap Masa Selalu Mewarnai Republik

DetakSumbar.com- Padang,—Tak salah kalau suku minang menyebut setengah saham republik ini karena andil etnis Minangkabau waktu itu.

Bahkan itu tak terbantahkan karena tercatat pada tinta emas sejarah republik ini, menurut putera Amien Rais yang juga Anggota Fraksi PAN DPR RI, Hanafi Rais, sejarah politisi Minang adalah sejarah para negarawan.

“Dari Mohammad Hatta, Buya Hamka, Sjahrir, Sjafruddin Prawiranegara hingga Tan Malaka. Mereka telah melahirkan republik tercinta ini,”ujar Hanafi Rais, Jumat 16/2 via whatshap mesenger kepada media di Padang.

Nah, kata Hanafi Rais pada abad millennial ini dan khususnya momen politik 2019, tentu dirinya berharap lahir juga para politisi-negarawan dari Minang. “Dan bisa klop menangkap semangat zaman sekarang,”ujarnya.

Bahkan Hanafi Rais tidak meragukan kalau regenerasi alamiah politisi minang selalu terjadi.

“Dan setiap masa politisi minang itu mampu mewarnai dinamika politik nasional, untuk Pileg 2019 nanti. Saya percaya saudara ku Zuhrizul mampu menjadi bagian dari tradisi di atas,”ujarnya.

Zuhrizul Chaniago yang dikenal sebagai praktisi pariwisata berbasiskan pemberdayaan ekonomi masyarakat dikonfirmasi terkait disebut namanya oleh putera Amien Rais, Hanafi Rais, mengatakan dirinya masih melihat situasi politik pemilihan di Sumbar.

“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Mas Hanafi atas apresiasinya kepada politisi minangkabau dari dulu sampai sekarang, kedua soal saya maju di pentas politik 2019 nanti, saya masih lihat situasi politik di Sumbar,”ujar Zuhrizul.

Menurut Zuhrizul kalau saat ini, dirinya masih fokus membangun pariwisata berbasiskan ekonomi masyarakat.

“Karena potensi pariwisata di Sumbar sangat besar dan itu, jika tidak melibatkan masyarakat pasti tidak akan berpengaruh kepada ekonomi masyarakat di lingkungan daerah pariwisata,”ujarnya.

Didesak wartawan maju pada Caleg DPR RI, Zuhrizul tetap kukuh mengatakan tunggu momentum yang pas.

“Keputusan politik berkaitan dengan momentum, kini saya belum bisa memastikan, karena saya tetap fokus pada kerja membangun pariwisata berbasiskan ekonomi rakyat dulu,”ujar Zuhrizul. (*)