Headline

Sari Lenggogeni: Tidak Sama Konsep Pariwisata Sumbar Dengan Daerah Lain

Detaksumbar.com- Pakar dari Universitas Andalas (Unand) Sari Lenggogeni Phd tegaskan tidaklah sama konsep pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) dengan daerah lain.

“Jangan disamakan Sumbar itu beda dan konsepnya jangan pula dicampur aduk mana yang Wisata Massa dan Wisata Khusus,” ujar Sari Lenggogeni dalam Seminar Konsep dan Pikiran 100 Tokoh Minangkabau untuk Sumbar Kedepan, di Pangeran Beach Hotel Padang. Minggu (29/9/2019)

Sari tidak habis pikir pula pengelolaan pariwisata di Sumbar, ada potensi wisata econik, sarat kultur dan itu daya tarik luar biasa serta magnit kuat turis asing.

“Tapi faktanya apa potensi itu dijadikan wisata massa, hasilnya sampah bertebaran, toilet kotor dan bau serta tidak terawat, sehingga itu untuk pariwisata hebat 10 tahun kedepan, sekarang sudahlah pemerintah jangan terlalu masuk ke sektor wisata, cukup regulator dan fasilisator saja,”ujar Sari.

Sementara pengusaha nasional Dony Oskaria wisata Sumbar itu unggul 10 langkah dari daerah lain.

“Tapi memaksimalkanya dan pengelolaannya kita justru 10 langkah kebelakang dari daerah lain,” ujar Dony Oskaria.

Jadi untuk Sumbar 20 tahun kedepan harus ada baiyo batido seluruh orang minang tokoh, akademisi baik di ranah dan di rantau.

“Dan tetap mempertahankan kultur Minangkabau yang kekulturannya itu sudah menarik,” ucap Dony Oskaria.

Apalagi serangan kegiatan sosial menyimpang yang makin kedepan makin gahar, sebut saja LGBT, Prostitusi dan Narkoba.

“Ini tanggung jawab kita semua, tidak pemimpin saja,” Katanya.

Sedangkan Buya kharismatik Sumbar Masoed Abidin mengatakan tidak mudah jadi pemimpin di Sumbar, apalagi konsep dihasilkan diskusi hari ini.

“Pemimpin itu harus paham Sumbar dan tahu potensi potensial Sumbar dan ketiga Sumbar berbeda dengan orang lain, sehingga jangan ditiru orang lain punya, tapi kembangkan dan majukan apa yang kita punya,” ujar Maso’ed Abidin.

Bagi siapa yang mau jadi pemimpin kata Buya HMA harus paham literasi sejarah sumbar.

“Jangan abaikan tapi tetap.dipahami literasi kesejarahan untuk bangun Sumbar kedepan,” ujarnya.

Tampak seminar saat diskusi sangat alot, banyak anggota TOP100 ini ekspert di bidangnya ada Dekan FISIP Alfan Miko, ada pengamat politik, Asrinaldi, ada Guru Besar Nursirwan, ada Pemred Rakyat Sumbar Revdi Ope, juga Advokat kondang sekaligus akademisi UBH Miko Kamal, mantan aktivis Firdaus Ilyas, ada Ketua Fraksi PAN DPRD Pessel Novermal, praktisi pariwisata pemilik Lawang Park Zuhrizul, penggiat wisata Bundo Wati juga terlihat rakyat badarai berkiprah di jurnalis dan kini Ketua Komisi Informasi Sumbar Adrian Toaik.

Seminar sendiri semakin menarik dengan di mederatori oleh, Dr Abdullah Khusairi. dan admin WAG TOP100, Jasman yang juga Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar ()